Target Indonesia Punya Akses Air Minum Layak Tahun 2024, Ini Catatan Kemendagri

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat berdasarkan kerangka pembangunan jangka menengah, pada tahun 2024 Indonesia ditargetkan memiliki akses air minum layak sebesar 100 persen, dengan 15 persen di antaranya sudah dikategorikan ke dalam air minum aman.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Teguh Setyabudi menerangkan, selain itu 30 persen dari 100 persen akses air minum layak tersebut ditargetkan dipenuhi melalui jaringan perpipaan. Dalam hal ini BUMD Air Minum (BUMDAM) berperan penting dalam memenuhi target tersebut.

"Dalam RPJMN tahun 2020-2024 secara spesifik memandatkan bahwa di tahun 2024 seluruh BUMD Air minum yang saat ini berjumlah sekitar 300, diharapkan sudah memiliki kinerja sehat," kata Teguh. Dikutip dari Liputan6.com, Jumat (2/9).

Dia mengakui, pencapaian ini tidak mudah. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah maupun non-pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas air minum. Selain itu, Ditjen Bina Bangda Kemendagri dalam upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terus mengawal implementasi SPM yang dilakukan Pemda. Upaya ini ialah satunya melalui Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan SPM.

Teguh menjelaskan, Ditjen Bina Bangda berfokus pada pembinaan dan pendampingan Pemda. Pembinaan kegiatan yang dilakukan seperti penguatan data dan informasi (baseline pembinaan) dan koordinasi dengan kementerian/lembaga teknis.

Selain itu juga melaksanakan pembinaan daerah dalam mengintegrasikan kebijakan air minum pada dokumen perencanaan pembangunan daerah, monitoring implementasi kebijakan air minum, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan air minum di daerah.

"Kemendagri memiliki beberapa strategi untuk mendukung dan meningkatkan investasi di sektor air minum di daerah. Salah satunya adalah memfasilitasi daerah dalam melakukan sinkronisasi kebijakan, program, sampai dengan indikator capaian dan target pembangunan," terangnya. [cob]