Target Mendag Lutfi: RI Ekspor 10 Persen Kebutuhan Mobil di Australia

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan lobi kepada para pemilik merek mobil asal Jepang yang berproduksi di Indonesia, untuk membanjiri pangsa pasar otomotif di Australia.

Lutfi menyebutkan, mobil-mobil yang akan dijual untuk menggenjot ekspor otomotif Indonesia ke Australia itu diantaranya pabrikan Suzuki, Honda, Daihatsu, Toyota, Nissan dan Mitsubishi.

"Itu barangnya Indonesia tapi principal-nya masih Jepang. Jadi saya sedang akan memastikan bahwa kita akan dapat alokasi ekspor itu. Saya berbicara dengan mereka secara persuasif memastikan untuk mereka alokasi ekspor," kata dia secara virtual, Kamis, 25 Februari 2021.

Lutfi menargetkan, dari hasil pembicaraan itu nantinya Indonesia akan bisa menguasai 10 persen kebutuhan konsumsi mobil masyarakat Australia yang mencapai 1,2 juta setiap tahunnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Gerak Cepat Genjot Ekonomi Hijau, Begini Caranya

"Target saya ingin setidaknya 10 persen dari kebutuhan konsumsi Australia yang 1,2 juta mobil per tahun," ungkap Lutfi.

Adapun jenis-jenis mobil yang menurutnya menjadi primadona di negara kanguru itu diantaranya Mitsubishi Xpander, Toyota Innova, Toyota Fortuner maupun Mitsubishi Pajero.

"Itu yang sekarang menurut saya bisa memasok ke pasar Australia adalah Mistusbishi Xpander, Toyota Innova dan Toyota Fortuner sama Mitsubishi Pajero. Itu yang bisa penetrasi market Australia," tegasnya.

Penetrasi ekspor ini menurutnya bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. Sebab kedua negara memiliki perjanjian perdagangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA)

Dia memperhitungkan, jika saat ini Indonesia mampu ekspor 100 ribu mobil saja per tahun. Sektor otomorif mampu tumbuh dengan penghasilan tambahan minimal US$4 miliar.

"Bayangan saya 2021 ini targetnya adalah Australia. Tahun-tahun berikutnya, saya ingin bicara banyak supaya otomotif kita ini bisa penetrasi market di Utara Afrika. Ini adalah target destinasi ekspor mobil kita di masa mendatang," jelas Lutfi.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor mobil turun menjadi hampir 250 ribu unit pada 2020, dari tahun sebelumnya yang mencapai sekira 310 ribu unit. Nilai ekspor mobil berkurang dari US$8,2 miliar pada 2019 menjadi US$6,6 miliar.