Target rasional rumah DP Nol Rupiah turun jadi 9.081 unit

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali menyebutkan, target rasional rumah dengan uang muka (Down Payment/DP) Nol Rupiah turun dari 232.214 unit sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 menjadi 9.081 unit hingga 2026.

"Rasional itu karena kemarin dua tahun memang kami tidak bisa berbuat apapun juga karena COVID-19," kata Marullah setelah membuka lokakarya terkait perubahan iklim di Jakarta, Rabu.

Adapun revisi target terbaru sebanyak 9.081 unit itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026.

Ia juga menepis apabila besaran target awal sesuai RPJMD itu disebut tidak rasional.

"Bukan tidak rasional, waktu itu kan perencanaan kami tahun ini segini-segini ternyata dua tahun itu absen, tidak ada sama sekali," katanya.

Baca juga: DKI ajak swasta garap hunian DP nol rupiah

Dalam RPD itu dijelaskan, dalam penyediaan hunian masih terdapat kendala dalam penyiapan lahan oleh pelaku pembangunan sehingga tahapan proses pembangunan berpotensi mundur.

Dengan menimbang status lahan yang sudah "clean and clear" diharapkan terjadi akad kredit sebanyak 2.000 unit.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Sarjoko menambahkan, rumah DP Nol Rupiah masih tetap berlanjut meski Gubernur DKI Anies Baswedan pensiun pada 16 Oktober 2022.

Ia beralasan program DP Nol Rupiah tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya berpenghasilan rendah.

"Ini adalah program yang memang betul dirasakan manfaatnya. Otomatis siapapun tentu kami dorong supaya tetap melanjutkan sesuai program RPD," katanya.

Baca juga: Anies resmikan 1.348 unit hunian DP nol rupiah di Jakarta Timur

Terkait anggaran, lanjut dia, sudah siapkan sebesar Rp500 miliar untuk tahun 2022-2023.

Hingga Kamis (8/9) sesuai data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI, total realisasi unit dengan skema DP Nol Rupiah yang sudah dibangun mencapai 2.332 unit.

Adapun unit yang sudah terbangun itu di antaranya Menara Samawa di Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur, mencapai 780 unit.

Kemudian di Bandar Kemayoran sebanyak 38 unit, Sentraland Cengkareng sebanyak 166 unit dan 1.348 unit yang baru diresmikan, yakni Menara Swasana di Pondok Kelapa dan Cilangkap, Jakarta Timur.