AS targetkan program vaksinasi COVID akhir tahun ini

·Bacaan 2 menit

Washington (AFP) - Amerika Serikat berharap dapat memulai program vaksinasi COVID, yang mencapai mungkin 20 juta orang pada akhir tahun, menurut pejabat kesehatan masyarakat pada Minggu saat kasus di negara tersebut meningkat.

Awal vaksinasi bisa menjadi titik balik penting dalam perang melawan virus, yang telah menelan lebih dari 255.000 korban jiwa di AS, jumlah tertinggi di dunia yang dilaporkan sejak COVID-19 muncul di China Desember lalu.

"Rencana kami yakni dapat mendistribusikan vaksin ke titik imunisasi dalam waktu 24 jam setelah mengantongi persetujuan" Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, kata Moncef Slaoui, yang mengepalai upaya vaksin COVID-19 pemerintah kepada CNN.

Slaoui menunjuk kemungkinan tanggal 11-12 Desember.

Ia memperkirakan 30 juta orang akan divaksinasi setiap bulannya mulai Januari.

Namun, pejabat tinggi penyakit menular AS, Anthony Fauci, yang mengatakan "kemungkinan 20 juta orang akan dapat divaksinasi pada pertengahan hingga akhir Desember", memperingatkan bahwa situasi tersebut bisa menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, jika orang-orang tidak mengambil tindakan pencegahan pada musim liburan mendatang.

"Kami berada dalam situasi yang sangat sulit di semua level," katanya dalam acara "Face the Nation" CBS.

Menjelang liburan Thanksgiving pada hari Kamis, yang biasanya mengalami lonjakan besar dalam perjalanan, ia berkata, "Kami sungguh prihatin" tentang "lonjakan kasus lain saat kami menjadi semakin dingin dan semakin dingin memasuki Desember - dan kemudian anda mulai berurusan dengan liburan Natal. "

Penasihat vaksin FDA akan mengelar pertemuan pada 10 Desember guna membahas persetujuan vaksin, yang menurut perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna setidaknya 95 persen ampuh.

Slaoui mengatakan bahwa pada Mei, dengan perkiraan 70 persen populasi telah divaksinasi, negara tersebut dapat mencapai "kekebalan kelompok," yang artinya virus tidak dapat lagi menyebar secara luas dan orang-orang dapat beralih lebih dekat untuk kembali pada kehidupan normal sebelum pandemi.

Namun Fauci, secara terpisah, menambahkan catatan kewaspadaan, dengan menyebutkan bahwa kekebalan kelompok hanya akan terjadi jika "anda mendapatkan sebagian besar orang yang divaksinasi dengan vaksin yang sangat ampuh."

Jajak pendapat Gallup baru-baru ini menunjukkan bahwa empat dari 10 orang Amerika masih mengatakan bahwa mereka tidak akan mendapatkan vaksin COVID-19, kendati angka itu turun dari lima dalam 10 orang yang disurvei pada September.

Otoritas belum mengumumkan kelompok masyarakat mana yang akan mendapatkan vaksin terlebih dahulu, meski petugas kesehatan dipastikan akan menjadi prioritas, disusul kelompok rentan seperti orang tua.

Untuk saat ini vaksin belum diujicobakan di kalangan anak kecil.