Tari Poco-Poco Meriahkan Promosi Wisata Indonesia KBRI Pyongyang di Korea Utara

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Pyongyang - KBRI Pyongyang mempromosikan wisata Indonesia di Korea Utara (Korut) bersama perwakilan negara sahabat. Acara dimeriahkan dengan medley tari tradisional dan tari poco-poco interaktif.

Duta Besar Indonesia untuk Korut, Berlian Napitupulu menyebut acara ini sebagai tanda kebersamaan dan kerja sama.

"Kebersamaan, kerja sama dan persahabatan teman-teman semua telah menjadi semangat dan dorongan bagi kami sehingga kami dapat melaksanakan tugas dan misi kami pada tahun 2020 dengan baik," ujar Dubes Berlian seperti dilansir situs Kemlu.go.id, Senin (11/1/2021).

Dubes Berlian turut mempromosikan destinasi populer seperti Danau Toba, Pulau Samosir, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Nias.

Dubes Berlian juga menjelaskan potensi ekonomi dan daya tarik budaya serta wisata Indonesia seperti Rumah Woloan dari Sulawesi. Rumah kayu Woloan yang dibuat dengan sistem Complete Knock Down (CKD) yang memiliki potensi ekspor yang menarik.

Beberapa perwakilan negara yang hadir berasal dari Kedutaan Besar Romania, Laos, Vietnam, Iran, Pakistan, dan Rusia. Turut hadir juga Country Coordinator World Food Program dan The United Nations Population Fund.

Menhub Budi Karya dan Menparekraf Sandiaga Uno Kolaborasi Percepatan Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, NTT, 7 Januari 2021. (Liputan6.com/Asnida Riani)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, NTT, 7 Januari 2021. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Mengakselerasi percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, Sandiaga Uno berkolaborasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Pertemuan keduanya dilakukan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat pada Senin 4 Januari 2021,

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno berterima kasih telah disambut dengan hangat oleh Budi Karya Sumadi. Dirinya menyampaikan singkat pertemuan keduanya mengenai persisapan akses transportasi objek wisata seluruh Nusantara, khususnya lima destinasi super prioritas (DSP).

"Terima kasih Pak Menhub sudah memberikan satu waktu yang sangat berharga untuk kami berkordinasi, tadi kita membicarakan arahan Bapak Presiden tentang persiapan lima destinasi super prioritas dan luar biasa dukungan dari Kementerian Perhubungan," jelas Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis.

"Tadi kita bicara secara detail, Danau Toba dan Borobudur, tapi lebih luas lagi, bagaimana Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata-Ekonomi Kreatif ini bisa membangkitkan ekonomi rakyat, karena lebih dari 32 juta masyarakat yang bergantung di sektor Parekraf," tambahnya.

Budi Karya Sumadi mengungkapkan kedatangan Sandi mewakili Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat tepat. Sebab, pihaknya membutuhkan masukan terkait pembangunan infrastruktur di setiap objek pariwisata nasional.

"Saya pikir kedatangan Pak Menteri Pariwisata, Pak Sandi sangat tepat, karena kami butuh link (jejaring) yang kuat dengan Pak Menteri Pariwisata supaya apa yang kita bangun itu memang sesuai dengan pemanfaatannya, outcome-nya jelas," ungkap Budi Karya.

"Jadi terima kasih atas kedatangannya, saya yakin kita bisa mengkolaborasikan anatra apa yang kita bangun dan apa yang dioperasikan oleh Kementerian Pariwisata. Contohnya kita membangun 13 pelabuhan di Danau Toba, itu akan indah sekali Danau Toba. (Pembangunan) sudah hampir selesai," tambahnya.

Pernyataan Budi Karya dibuktikan Sandi lewat kunjungannya ke Danau Toba, Sumatera Utara pada beberapa waktu lalu. Dirinya mengaku sempat mengunjungi Pelabuhan Fery Ajibata yang telah dioperasikan Kementerian Perhubungan.

Terbangunnya infrastruktur tersebut katanya banyak memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun ditegaskan Sandiaga, hal terpenting dari keseluruhan pembangunan tersebut adalah pengelolaan ke depannya, sehingga berdampak kepada kesejahteraan masyarakat. "Dan ini yang terus kita kordinasikan," imbuh Sandiaga.

Travel Bubble

Pejalan kaki menyeberang jalan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021). Pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa dan Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021 menyusul lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pejalan kaki menyeberang jalan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021). Pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa dan Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021 menyusul lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bersamaan dengan percepatan pembangunan dan pembukaan akses pariwisata, Sandiaga Uno mengungkapkan pihaknya bersama sejumlah Kementerian dalam Kabinet Indonesia maju telah menyusun travel bubble.

Travel bubble diketahui merupakan kesepakatan sejumlah negara untuk memulai kembali perjalanan lintas negara di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Tahap awal, travel bubble akan diterapkan di Bali. Alasannya karena Bali yang paling terdampak. Tercatat perekonomian Bali minus 12 persen pada kuartal ketiga tahun 2020. Hal tersebut dipicu karena lebih dari 80 persen masyarakat Bali bergantung kepada pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Bali menurutnya paling unggul dalam infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibanding daerah lainnya.

"Soal Travel Bubble ini juga kita bicarakan tadi, kebetulan Pak Menhub, ini masih dalam tahap diskusi, jadi akan kita fokuskan di Bali," ungkap Sandi kepada Budi Karya.

"Jadi tadi idenya sudah mulai didiskusikan, tapi saya akan kordinasi lagi dengan Pak Menteri Kesehatan, Ibu Menlu dan jajaran terkait lainnya, karena kita nggak mau menjanjikan sesuatu yang mungkin sangat berpotensi tergantung pada keadaan covid-19 sekarang," jelasnya.

"Jadi kita dahulukan dulu kesehatannya, setelah bicara dengan Pak Menteri Kesehatan kita atur lagi dengan Bapak, kita rancang dengan baik," tambah Sandiaga Uno.

Hanya saja, lanjutnya, hal terpenting dalam pemulihan pariwisata diungkapkan Sandi adalah persiapan pada segi kesehatan.

Antara lain penerapan protokol kesehatan yang ketat melalui K4, yakni Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability).

Selanjutnya penyediaan vaksinasi covid-19 maupun tes PCR guna menjamin keamanan dan kenayaman wisatawan yang hendak berkunjung ke Bali.

"Kita ingin ada fokus utama untuk akselerasi, bahwa masyarakat Bali dapat kepastian dari segi vaksinasinya maupun juga dari PCR, karena denger juga dari temen-temen, masyaraklat yang ke Bali itu dengan relanya tes PCR," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: