Tarian animal pop komodo upaya promosi parekraf Labuan Bajo

·Bacaan 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa tarian Animal Pop Komodo yang ditampilkan di MRT Bundaran HI Jakarta pada Minggu (30/5) merupakan upaya bersama untuk mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Labuan Bajo dengan tagar RinduLabuanBajo.

"Dengan #RinduLabuanBajo, kami ingin memastikan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo ke depan bisa lebih berkualitas dan berkelanjutan," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan pers yang diterima ANTARA Kupang, Selasa.

Menparekraf menjelaskan, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo saat ini menunjukkan peningkatan yang baik. Naik sekitar 20 hingga 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dengan kegiatan ini, ia berharap tidak hanya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo yang bertambah tapi juga kualitas wisatawan meningkat, sehingga benar-benar dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Kita tidak lagi melihat kuantitas tapi kualitas dari segi penciptaan lapangan kerja, juga peningkatan ekonomi kreatif. Ini merupakan kolaborasi bersama, harapanya kita bisa segera bangkit membantu saudara kita yang betul-betul membutuhkan bantuan dan harapan kita agar pariwisata bisa segera bangkit dan pulih," kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf berharap ke depan kolaborasi ini bisa ditingkatkan dengan menghadirkan lebih banyak lagi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif dari daerah lain di Indonesia.

"Serta ikut mempromosikan MRT Jakarta sebagai gaya hidup baru masyarakat Indonesia. MRT bukan hanya milik warga Jakarta tapi milik Indonesia," kata Sandiaga.

Sementara Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menambahkan, pihaknya siap untuk berkolaborasi lebih jauh dengan Kemenparekraf/Baparekraf dalam mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air. Saat ini ada 13 stasiun MRT Jakarta yang dapat menjadi lokasi promosi pariwisata serta pameran produk ekonomi kreatif.

"Saat ini ada 26 UMKM yang kami bina dari sebelumnya 16 UMKM. Mudah-mudahan dapat berlanjut kegiatan kolaborasi ini dengan budaya dan objek wisata lain di seluruh jalur MRT Jakarta untuk menjadi sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif," kata William Sabandar.

Sebelumnya grup tari kontemporer beranggotakan 12 penari muda asal Pulau Komodo dan Pulau Rinca, Labuan Bajo tersebut tampil dalam acara "Animal Pop Komodo Goes To Jakarta" yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan didukung penuh Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF), berkolaborasi dengan PT. MRT Jakarta sebagai bagian dari promosi tagar #RinduLabuanBajo.

Selain memukau khalayak dengan pentas tari Animal Pop Komodo, BPOLBF juga membawa serta enam pelaku UMKM lokal Labuan Bajo untuk memeriahkan acara puncak yang dihadiri oleh Menparekraf, Sandiaga Uno.

Ke-6 UMKM yang dimaksud yaitu Muku Cookies, De Morin Coffee, New Eden Moringa, Nuru Cuing Labuan Bajo, Bajo Bloom, dan Labora Art. Selain itu, juga menghadirkan talkshow, music performance dari Institut Musik Jalanan (IMJ), dan Sasando performance.