Tarif Angkot di Bandung Dicegah Naik

TEMPO.CO , Jakarta:Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung Jaja Kusnadi memastikan, tarif angkutan kota (angkot) tak akan ikut-ikutan naik walau pemerintah akan menaikkan harga bensin pada Mei mendatang. Sebab, kata Jaja, kenaikan harga bensin hanya untuk kendaraan pribadi dan pegawai negeri, bukan kendaraan umum.

»Kami akan cegah kalau kalau ada sopir atau pengusaha angkutan yang mau menaikkan tarif,” katanya kepada Tempo, Sabtu, 27 April 2013.Menurut Jaja, kondisi angkot di Bandung sekarang sudah susah. Jika tarif ikut-ikutan naik dengan beragam dalih, penumpang dikhawatirkan akan makin surut.”Masyarakat akan makin kesulitan,” ujarnya.

Dari 5.521 unit angkot yang melayani 39 trayek atau rute di Kota Bandung, umumnya kini sudah sepi penumpang. Angkutan umum itu, kata Jaja, makin tersaingi oleh jumlah sepeda motor, terhambat lalu lintas yang makin macet, dan jalan rusak.”Sejak 2005, jumlah penumpang terus merosot hingga tinggal 50 persen sekarang,” katanya.

Sampai kini, kata Jaja, belum ada pengusaha angkot yang berkeinginan atau mengusulkan kenaikan tarif angkot ke Organda Kota Bandung. Kalau pun ada rencana kenaikan, angkanya harus dibahas Badan Koordinasi Transportasi yang terdiri dari Organda, kepolisian, dan Dinas Perhubungan. Setelah disetujui dan diteken masing-masing pihak, angka besaran tarif baru disosialisasikan ke sopir dan pengusaha angkot.

ANWAR SISWADI

Topik Terhangat:

Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:

Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara

Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur

Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje

Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.