Tarif Angkot di Bekasi Naik Rp2.000 Imbas Kenaikan Harga BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Tarif Angkutan Kota (Angkot) di Kota Bekasi ikut terkerek naik sejak pemerintah mengumumkan penyesuaian harga BBM subsidi jenis Pertalite maupun Solar sejak Sabtu (3/9). Misalnya, tarif angkot rute Stasiun Bekasi - Babelan mengalami kenaikan Rp2.000 per orang imbas mahalnya harga BBM.

"Tarif naik menjadi Rp 7.000 per orang dari sebelumnya Rp5.000 per orang. Pertalite kan mahal mas," ujar salah seorang pengemudi yang enggan disebutkan namanya kepada Merdeka.com, di Stasiun Bekasi, ditulis Rabu (7/9).

Diakuinya, kenaikan BBM subsidi tersebut membuat para pengemudi angkot kelimpungan akibat pembengkakan biaya operasional. Sebab, dirinya harus merogoh kocek lebih dalam untuk sekedar membeli Pertalite yang ikut mengalami penyesuaian harga.

"Sekarang Pertalite sudah Rp10.000 untuk satu liter. Ini kan kenaikannya mahal banget," keluhnya.

Selain pembengkakan biaya operasional, lanjutnya, kenaikan harga BBM juga turut memberatkan keuangan pengguna. Sebab, pengguna angkot tengah dibebani atas masih tingginya harga sejumlah bahan pangan.

"Semuanya mahal, bukan cuma BBM tapi sembako juga. kasihan rakyat kecil," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat segera menurunkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Mengingat, kenaikan BBM tersebut telah berdampak buruk bagi ekonomi pengemudi angkot maupun pengguna transportasi umum.

"Harapannya, BBM segera turun. Itu aja," tutupnya. [azz]