Tarif Angkot di Jakarta Tak Terintegrasi JakLingko akan Naik Rp1.000

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerima rekomendasi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk menaikkan tarif angkutan umum (angkot) reguler atau non terintegrasi JakLingko sebesar Rp1.000. Usulan itu akan diserahkan Dishub ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pagi ini saya sudah menerima rekomendasi DTKJ yang ditujukan ke Pak Gubenur. Itu ada usulan kenaikan Rp1.000. Jadi, tarif atasnya Rp5 ribu maka mereka usulkan agar kenaikan Rp1.000 jadi Rp6 ribu. Ini tentu akan kami proses untuk ditetapkan keputusan gubernur," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo ketika ditemui di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9).

Syafrin juga mengatakan, usulan ini akan dibahas bersama sejumlah pakar transportasi hingga perwakilan swadaya masyarakat sebelum diputuskan. Setelah itu baru ditetapkan menjadi keputusan gubernur (kepgub) dan diterapkan.

"Dalam (usulan) DTKJ sudah ada seluruh stakeholder. Di sana ada unsur Dishub, pakar transportasi, akademisi, pengguna transportasi, operator angkutan umum, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang transportasi, dan kepolisian. Mereka sudah melakukan pembahasan, rapat pleno. Itu lah yang diusulkan dan keputusan itu akan ditetapkan dengan keputusan gubernur," ujar dia.

Adapun tarif angkot yang mengalami kenaikkan hanya tarif pada angkot reguler. Untuk angkot yang terintegrasi dengan JakLingko, tidak akan mengalami kenaikan.

"Untuk DKI Jakarta, pertama, seluruh tarif Transjakarta atau yang sudah tergabung dalam program JakLingko tidak naik, tetap tarifnya, tetap Rp3.500," kata Syafrin.

Dishub DKI: Tarif Angkutan Umum Terintegrasi JakLingko Tidak Ada Kenaikan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Syafrin Liputo menyatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tak berdampak pada tarif angkutan umum di Jakarta. Menurut Syafrin tidak ada kenaikan khusus untuk tarif layanan angkutan umum terintegrasi JakLingko.

"Terkait dampak kenaikan BBM terhadap tarif angkutan umum di Jakarta, untuk tarif layanan angkutan umum yang telah terintegrasi dalam Program Jaklingko tidak ada kenaikan," kata Syafrin dalam keterangannya, Rabu (7/9/2022).

Dia menegaskan juga tak ada kenaikan tarif baik di layanan Transjakarta maupun non bus rapid transit (BRT) atau busway.

"Tidak ada kenaikan tarif (baik layanan Transjakarta pada koridor utama maupun layanan non BRT)," kata dia. [gil]