Tarif baru Tol Layang Pettarani Makassar dijadwalkan berlaku 3 April

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Direktur Utama PT Makassar Metro Network (MMN) Anwar Toha mengungkapkan pemberlakuan tarif baru Jalan Tol Layang Pettarani Makassar dijadwalkan mulai 3 April 2021.

"Tarif lama itu Rp4.500, nanti setelah keluar SK, pasti ada perubahan yang tentu bertambah, mudah-mudahan minggu ini sudah ada, di 2 April dan 3 April kita keluarkan penyesuaian tarif," ujarnya di Makassar, Sulsel, Kamis.

Euforia masyarakat Kota Makassar menggunakan Tol Layang Pettarani usai peresmian pada 18 Maret lalu oleh Menteri PUPR menjadi kebanggaan bagi MMN selaku pemegang konsesi tol layang pertama di luar Pulau Jawa tersebut.

Meskipun disadari, tidak sedikit dari warga yang melanggar ketentuan UU untuk berkendara di jalan tol.

"Secara pribadi, saya sangat senang banyak warga yang naik merasakan langsung perjalanan di jalan tol, ada yang lari, bersepeda hingga tukang bentor meski sebenarnya itu tidak diperbolehkan," kata Anwar.

Baca juga: Menteri PUPR resmikan Tol Layang Pettarani

Pembangunan Jalan Tol Layang Pettarani sepanjang 4,3 km ini bertujuan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di jalan arteri sekitar Kawasan Panakkukang dan Rappocini, dengan menghubungkan Jalan Tol Seksi IV (JTSE) membentuk jalur utama antarkota.

Pembangunan Tol Pettarani dimulai dari akhir Jalan Tol Seksi 2, tepatnya di persimpangan Jl Urip Sumoharjo melewati persimpangan Jl Boulevard Panakkukang, Jl Hertasning dan berakhir sebelum persimpangan Jl Sultan Alauddin.

Saat ini, penggunaan Tol Layang Pettarani bisa digunakan secara gratis oleh masyarakat hingga pemberlakuan tarif dilakukan.

"Mengenai tarif, karena SK belum kami terima, maka masih dibebaskan untuk melintas Tol Layang Pettaraninya sepanjang 4,3 km, jadi itu betul-betul gratis, yang bayar itu batas Pettarani, kalau dari arah bandara 800 meter sebelum jembatan fly over," jelasnya.

Menurut Anwar, Jalan Tol Layang Pettarani Makassar akan mendorong kemajuan ekonomi Sulawesi Selatan dengan mengoptimalkan fungsi jaringan jalan tol di Kota Makassar yang menghubungkan simpul ekonomi, bandar udara, pelabuhan, kawasan industri, dan perkantoran.

Dengan demikian, dapat memperkuat peran Kota Makassar sebagai pusat pertumbuhan maupun pusat pelayanan jasa dan distribusi bagi wilayah timur Indonesia.

Baca juga: Wali Kota Makassar harapkan tol layang Pettarani urai kemacetan
Baca juga: Tol Semarang-Yogyakarta dukung pengembangan ekonomi Temanggung