Tarif Ojol Naik, Masyarakat Bakal Beralih ke Transportasi Umum

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan resmi menaikkan tarif ojol (ojek online) yang akan resmi berlaku per 10 September 2022. Kenaikan ini menyesuaikan beberapa harga yang naik, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut tentunya menimbulkan polemik di tengah keadaan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih apalagi semua kebutuhan saat ini sedang naik. Menyikapi kabar tersebut, Syifa seorang pengguna aktif ojol untuk kebutuhan hariannya cukup merasa khawatir atas kabar kenaikan tersebut.

"Sebenernya setuju saja sih tarif ojol naik karena BBM nya juga naik, jadi wajar. Kecuali harga BBM masih stabil terus tarifnya tiba-tiba naik baru keberatan," ujarnya kepada Merdeka.com di Jakarta, Rabu, (7/9).

Meski begitu, dia cukup terganggu atas kenaikan tarif perjalanan ojol karena selama ini menggunakan ojol dengan alasan kepraktisan dan tarif yang masih terjangkau. "Pasti ngerasa nyesek banget karena harganya jadi mahal, mungkin nanti mengurangi (ojol) saja," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan ada kemungkinan beralih ke transportasi umum lain. Jika nantinya harga tarif ojol terlalu mahal dan mengganggu pemasukan bulanannya. "Ada sih niat buat beralih, jadi lebih manfaatin Transjakarta (TJ) gitu. Sesekali saja ojolnya, kalau sudah mepet waktu baru pakai," tambahnya.

Syifa juga berharap tarif BBM bisa turun lagi agar harga tarif ojol juga bisa stabil dan menyarankan peningkatan fasilitas transportasi umum lainnya. "Kalau memang tidak mungkinkan buat turun, maunya transportasi umum lain lebih di support. Misalnya TJ buat arah tertentu yang biasanya sering ramai bisa ditambah lagi armadanya," jelasnya.

Senada, Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Thalita menuturkan dengan adanya kenaikan tarif ojol, dirinya akan membiasakan untuk menggunakan transportasi umum lainnya seperti Transjakarta. "Terus saya sekarang ini jadi mulai beralih pakai Transjakarta supaya lebih hemat," jelas dia.

Thalita mengungkapkan ongkos yang harus dikeluarkan ketika menggunakan Ojol untuk pulang pergi dari rumah hingga kampus sekitar Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per hari. "Jadi sekarang saya mau membiasakan diri menggunakan transportasi umum, yang lebih murah. Kalau naik transjakarta cuma Rp 7000 untuk pulang pergi kampus," tambahnya.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [azz]