Tarik Investasi ke Indonesia, Menteri Bahlil Janjikan Karpet Merah Buat Semua Negara

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan memberikan karpet merah bagi semua negara untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini dalam rangka mendorong pencapaian realisasi investasi dalam negeri.

Menurut Bahlil, sesuai keinginan Presiden Jokowi, Indonesia tidak boleh hanya condong kepada satu negara saja. Namun terbuka untuk seluruh negara-negara yang ingin tanamkan modalnya di Indonesia.

"Indonesia harus betul-betul mendorong untuk memberikan karpet merah bagi semua negara,atas arahan presiden tidak boleh hanya condong kepada suatu negara harus ke semua negara kita buka selama sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Menteri Bahlil dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/11).

Dia menekankan, Indonesia sendiri telah menganut asas politik bebas aktif. Begitupun juga dengan ekonomi. Sehingga membuka jalan kepada negara-negara luar yang ingin berinvestasi masuk ke Indonesia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Negosiasi dengan AS

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberi sambutan pada pembukaan Diklatda HIPMI Jaya 2021 di Jakarta, Kamis (23/9/2021). Diklat yang dihadiri sekitar 300 anggota dan pengurus diharapkan dapat menciptakan pengusaha yang tangguh, profesional dan negarawan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberi sambutan pada pembukaan Diklatda HIPMI Jaya 2021 di Jakarta, Kamis (23/9/2021). Diklat yang dihadiri sekitar 300 anggota dan pengurus diharapkan dapat menciptakan pengusaha yang tangguh, profesional dan negarawan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Dia menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan perjanjian dengan salah satu pengusaha dari Amerika dengan total investasi yang sangat fantastis. Sejauh ini pemerintah bahkan sudah mulai melakukan negosiasi.

"Sekarang kita lagi dilakukan negosiasi akhir sampai dengan ntar malam yang akan masuk di bidang hilirisasi. Kenapa hilirisasi? Salah satu visi besar presiden pada poin kelima adalah tentang bagaimana transformasi ekonomi di mana transformasi ekonomi itu adalah wujudnya adalah nilai tambah dengan realisasi ini," jelasnya.

"Kita akan umumkan besok malam mudah-mudahan tolong doakan bahwa tujuan dari Presiden kali ini baik, dari Eropa maupun Uni Emirat Arab akan mendapatkan hasil yang maksimal demi bagaimana mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional lewat kontribusi investasi," tutupnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel