Tarik Investor ke Sumatera Utara, PLN Gelontorkan Rp 82,4 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) merespon rencana pemerintah untuk menarik investasi ke Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dengan menggelontorkan Rp 82,4 miliar guna mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kilo Volt (kV) Negeri Dolok Bay Trafo TD 1 sebesar 30 Mega Volt Ampere (MVA).

Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) 3 Alfredo Pakpahan menyampaikan, PLN berkomitmen mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi di Simalungun.

"Dengan capaian ini, tentu kita berharap nantinya bakal menarik investor untuk berinvestasi membangun industri menengah dan besar, sehingga peluang kerja bisa semakin terbuka lebar di kawasan yang akan mendapat pasokan listrik dari Gardu Induk ini," kata Alfredo, Rabu (10/11/2021).

Alfredo percaya, dengan beroperasinya GI 150 kV Negeri Dolok Bay Trafo TD 1 sebesar 30 MVA di Pardomuan Tongah, Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sistem dan keandalan suplai listrik di kawasan Simalungun dan sekitarnya akan semakin terjamin.

"Sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan baru dalam skala besar seperti industri," imbuhnya. Proses energize atau pemberian tegangan GI 150 kV Negeri Dolok yang terhubung dengan GI 150 kV Galang telah dilakukan pada Jumat, 5 November 2021.

"Telah dilakukan energize dengan lancar GI 150 kV Negeri Dolok Bay Trafo TD 1 (30 MVA). Dan saat ini tegangan sudah sampai di Busbar 20 kV kubikel Bay Trafo TD 1," terang Alfredo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

PLN Beberkan 13 Cara Pangkas 900 Juta Ton Karbon per Tahun

Pembangkit energi hijau. Dok PLN
Pembangkit energi hijau. Dok PLN

PT PLN (Persero) menyiapkan peta jalan yang komprehensif untuk mencapai komitmen dan aksi iklim Indonesia atau Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2030. PLN juga berkomitmen mengejar target Carbon Neutral 2060 sembari menjaga pertumbuhan bisnis.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Evy Haryadi menyebut roadmap yang telah disusun PLN akan mengurangi emisi karbon sebesar 900 juta ton CO2 ekuivalen pada 2060. Peta jalan ini terdiri dari 13 inisiatif hingga 2060.

"Inisiatif jangka pendek ini (NDC 2030) akan membutuhkan dukungan belanja modal (capex) sebesar USD 148 miliar," ujarnya dalam talkshow Business Leadership: Supporting Ambitious Target Achievement on GHG Emission Reduction dalam rangkaian KTT COP 26, dikutip Kamis (4/11/2021).

Sembilan inisiatif diantaranya disiapkan mendukung NDC 2030, yakni pengembangan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT), konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke EBT, pengembangan pembangkit gas.

Kemudian, menerapkan teknologi PLTU ramah lingkungan, memensiunkan PLTU, penerapan co-firing, melakukan penerapan efisiensi dan menurunkan susut jaringan, percepatan memensiunkan PLTU, Carbon Capture and Storage (CCS), serta penerapan co-firing berbasis hidrogen.

Sementara itu, terkait program jangka panjang untuk mencapai target Carbon Neutral 2060, lanjut Evy, PLN memiliki tambahan empat inisiatif yaitu penambahan pembangunan pembangkit EBT, baterai, dan interkoneksi sistem listrik, penambahan co-firing berbasis hidrogen, penambahan CCS, serta penambahan PLTU pensiun.

PLN setidaknya membutuhkan investasi mencapai USD 500 miliar untuk beralih dari skenario business as usual (BAU) menjadi carbon neutral dengan biaya mitigasi senilai USD 35 - USD 40 per ton CO2 ekivalen.

"PLN juga menghadirkan Pusat Keberlanjutan untuk mendorong perjalanan carbon neutral. Pusat Keberlanjutan ini terdiri dari PLN Corporate University, Pusat Keunggulan (Center of Excellence), dan Transformation Office," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel