Taspen Tegaskan Komitmen Bantu Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Taspen, Antonius Nicholas Stephanus Kosasih, mengatakan Taspen berkomitmen untuk berperan aktif mendukung pemerintah dalam menangani pandemi. Dukungannya termasuk dalam bentuk pemberian santunan untuk keluarga korban Covid-19, dan juga menggelar vaksinasi gratis.

"Kami berkomitmen berperan aktif mendukung pemerintah menangani pandemi. Sehingga tidak ada lagi para pahlawan bangsa yang harus gugur membela kepentingan banyak orang dan mengorbankan nyawanya sendiri," kata Kosasih dalam acara Penyerahan Penghargaan dan Santunan Kepada Para ASN Tewas Dalam Penanganan Covid-19 pada Rabu (5/5/2021).

Taspen pada tahun ini, kata Kosasih, telah melaksanakan program pemberian vaksinasi gratis kepada 2.500 lansia di DKI Jakarta. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga, instansi, dan yayasan.

"Ada program pemberian bantuan ambulans untuk penanganan Covid-19 kepada beberapa instansi diantaranya BKN, Polri, dan Korpri," lanjutnya.

Selain itu, kata Kosasih, Taspen juga menghadirkan layanan Taspen Pesona yaitu yang disebut sebagai layanan bebas Covid-19 melalui pelayanan berbasis digital di seluruh kantor pelayanannya.

"Sehingga orang-orang tidak perlu lagi datang, tapi melalui daring," tuturnya.

OJK Sebut Bakal Ada Pembentukan Divisi Syariah di BP Jamsostek dan Taspen

Tulisan OJK terpampang di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tulisan OJK terpampang di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hadirnya pasar modal syariah membuat masyarakat lebih nyaman saat hendak melakukan investasi. Hal ini juga mendorong pertumbuhan investor retail di Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen menyebut, investor institusi juga banyak mencari saham dengan tema syariah.

"Pembentukan indeks baru diharapkan akan diikuti dengan pembentukan produk laiinnya seperti produk investasi yang mengacu pada indeks tersebut. Hal ini juga akan lebih bermakna karena berdampak langsung dengan perkembangan pasar modal di Indonesia," kata Hoesen.

Saat ini, investor syariah hanya bisa melakukan investasi di reksa dana syariah, asuransi syariah dan dana pensiun syariah. Karena itu, OJK memiliki rencana untuk melakukan divisi syariah di beberapa lembaga.

"Terdapat juga rencana pembentukan divisi syariah atau unit syariah dari BP Jamsostek dan Taspen," ujarnya.

Hoesen juga memberikan apresiasi kepada masyarakat syariah dan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena telah mendorong hadirnya Indeks IDX MES BUMN 17, sehingga acuan bagi penciptaan produk investasi berbasis indeks syariah bisa terbentuk.

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat syariah dan BEI yang telah berhasil membentuk indeks syariah baru di pasar modal Indonesia," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: