Tata Cara Iktikaf di Masjid dan Rumah, Ketahui Keutamaannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Iktikaf adalah berdiam diri di masjid atau rumah disertai dengan niat hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat iktikaf meliputi syarat, rukun, adab, dan yang membatalkannya.

Iktikaf boleh dilakukan setiap saat, tetapi lebih dianjurkan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Hal tersebut sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada umat-Nya untuk melakukan Iktikaf.

Nabi Muhammad SAW melakukan Iktikaf di 10 malam terakhir Ramadan dengan bertadarus membaca Al-Qur'an, merenung sambil berdoa, dan tidak hanya doa malam Lailatul Qadar saja.

Adapun hukum asal Iktikaf adalah sunnah, tetapi bisa menjadi wajib apabila dinazarkan. Kemudian, hukumnya bisa menjadi haram bila dilakukan oleh seorang istri atau hamba sahaya tanpa izin.

Iktikaf menjadi makruh bila dilakukan oleh perempuan yang bertingkah dan mengundang fitnah, meski disertai izin.

Orang yang melakukan Iktikaf dianjurkan untuk mengucapkan status Iktikaf apakah fardu karena dinazarkan atau sunnah.

Berikut ini rangkuman tentang tata cara Iktikaf di masjid dan rumah, seperti disadur dari Liputan6.com, Kamis (6/5/2021).

Tata Cara Iktikaf

Pria Muslim dengan mengenakan masker saat membaca Alquran saat beritikaf di Masjid Agung Faisal di Islamabad, Pakistan, Kamis (14/5/2020). Itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. (Aamir QURESHI/AFP)
Pria Muslim dengan mengenakan masker saat membaca Alquran saat beritikaf di Masjid Agung Faisal di Islamabad, Pakistan, Kamis (14/5/2020). Itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. (Aamir QURESHI/AFP)
  • Cara Iktikaf di Masjid dan Rumah untuk Syarat:

Cara Iktikaf di masjid dan rumah untuk syarat harus dipastikan dapat terpenuhi dengan baik. Jika tidak, amalan Iktikaf yang dilakukan hukumnya bisa menjadi tidak sah.

1. Beragama Islam

2. Berakal sehat

3. Bebas dari hadas besar

  • Cara Iktikaf di Masjid dan Rumah untuk Rukun:

1. Niat

Nawaitu an i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatal lillaahi ta'ala

Artinya: "Saya niat berdiam diri di dalam masjid, sunah karena Allah ta'ala"

2. Berdiam diri di masjid atau rumah sekurang-kurangnya selama tuma'ninah salat

3. Masjid atau rumah

4. Orang yang beriktikaf

Tata Cara Iktikaf

Ilustrasi I'tikaf Credit: pexels.com/Abdullah
Ilustrasi I'tikaf Credit: pexels.com/Abdullah
  • Cara Iktikaf di Masjid dan Rumah untuk Adab:

Dalam risalah Imam al-Ghazali berjudul 'al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah) halaman 435', disebutkan cara iktikaf di masjid dan rumah untuk adab ada delapan.

Artinya:

"Adab iktikaf, yakni: terus menerus berdzikir, penuh konsentrasi, tidak bercakap-cakap, selalu berada di tempat, tidak berpindah-pindah tempat, menahan keinginan nafsu, menahan diri dari kecenderungan menuruti nafsu dan menaati Allah azza wa jalla."

Berikut rincian cara iktikaf di masjid dan rumah untuk adab:

  1. Berdoa

  2. Membaca zikir

  3. Bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW

  4. Membaca Al-Qur'an ataupun Hadits

  5. Jangan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan tidak bermanfaat

  6. Mengharap rida dari Allah SWT disertai niat yang bersih

  7. Sedikit makan, minum, dan tidur agar lebih khusyuk

  8. Menjaga kebersihan dan kesucian diri serta tempat iktikaf

Cara Iktikaf di Masjid dan Rumah yang Membatalkan:

  1. Berhubungan suami istri

  2. Mengeluarkan mani dan sperma

  3. Mabuk yang disengaja

  4. Murtad

  5. Haid, selama waktu iktikaf cukup dalam masa suci biasanya

  6. Nifas

  7. Keluar tanpa alasan

  8. Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda

  9. Keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keinginan sendiri

Keutamaan Iktikaf di Masjid dan Rumah

Ilustrasi I'tikaf Credit: freepik.com
Ilustrasi I'tikaf Credit: freepik.com

1. Segala dosa dihapus dan ditulis dengan kebaikan

Seperti yang diriwayatkan dalam hadis Ibnu Majah, "Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah menjelaskan berkaitan dengan orang yang beriktikaf: "Ia berdiam diri dari dosa-dosa dan dialirkan baginya kebaikan seperti orang yang melakukan semua kebaikan."

2. Seperti pahala haji dan umrah

Diriwayatkan dalam Hadis Baihaqi, Rasulullah bersabda, "Barang siapa iktikaf 10 hari di dalam bulan Ramadan maka (dapat pahala) seperti orang yang dua kali haji dan dua kali umrah."

3. Mendapatkan malam Lailatul Qadar

Rasulullah SAW beriktikaf pada 10 hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar dan untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdoa dan banyak berzikir ketika itu.

Disadur dari: Liputan6.com (Reporter: Laudia Tysara. Editor: Fadila Adelin. Published: 29/4/2021)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel