Tata Cara Salat Dhuha Beserta Keutamaan Mendirikannya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Ada beberapa ibadah wajib yang harus didirikan oleh umat Muslim, satu di antaranya ibadah salat fardhu atau salat wajib lima waktu.

Selain ibadah salat wajib lima waktu, ada juga ibadah salat sunnah yang tidak diwajibkan, namun dianjurkan untuk dilakukan sebagai sarana menambah pahala.

Salat sunnah ada banyak jenisnya, satu di antaranya salat dhuha, yang dilakukan setelah matahari terbit hingga sebelum tengah hari.

Hal yang membedakan antara salat wajib dan salat sunnah, khususnya dhuha, adalah bacaan, waktu, dan niat sebelum melakukannya.

Tidak hanya dapat menambah pundi-pundi pahala, melaksanakan salat dhuha juga dapat membuat hati lebih tenang dan memperlancar rezeki.

Untuk merasaan berbagai keistimewaan dari salat dhuha tentunya Anda perlu memperhatikan tata cara melakukan ibadah sunnah yang satu ini.

Berikut tata cara salat dhuha beserta dengan keutamaan mendirikannya, seperti dikutip dari Liputan6 dan Bersamadakwah, Kamis (3/6/2021).

Tata Cara Salat Dhuha

Ilustrasi salat. (sumber: freepik)
Ilustrasi salat. (sumber: freepik)

Perbedaan tata cara salat dhuha dan salat fardhu hanya terletak pada bacaan niat, doa, dan waktunya.

Salat sunnah dhuha paling sedikit dikerjakan sebanyak dua rakaat. Namun, beberapa ulama mengatakan tidak membatasi persoalan rakaat. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu salat dhuha habis.

Namun, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri kadang mengerjakan salat dhuha empat rakaat. Tetapi, beliau pernah melaksanakan salat dhuha hingga delapan rakaat. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikut:

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan salat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam." (HR. Abu Dawud)

Keutamaan Salat Dhuha

Ilustrasi salat. - Image by adelbayoumi from Pixabay
Ilustrasi salat. - Image by adelbayoumi from Pixabay

1. Dua rakaatnya senilai 360 sedekah

Pelaksanaan salat dhuha minimal dua rakaat. Meski hanya dua rakaat, itu senilai dengan 360 sedekah. Keutamaan inilah yang terkait erat dengan rezeki lancar.

"Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan salat dhuha dua rakaat." (HR. Muslim)

2. Allah cukupkan rezekinya

Jika punya waktu luang, sebaiknya tak mencukupkan dua rakaat. Tambahlah agar minimal empat rakaat. Dan keutamaannya, Allah mencukupkan rezeki sepanjang hari. Bahkan rezekinya diantar.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu." (HR. Ahmad)

3. Ghanimah terbanyak

Keutamaan ini juga terkait dengan rezeki barokah lancar. Sebab, Rasulullah menyebut salat ini sebagai ghanimah terbanyak. Umumnya, nominal ghanimah sangat besar.

"Barangsiapa berwudu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan salat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat." (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih)

4. Berpahala umrah

Keutamaan luar biasa lainnya adalah berpahala umrah yang sempurna, yaitu jika dikerjakan satu paket dengan salat subuh berjamaah di masjid. Yakni, seseorang salat subuh berjamaah di masjid, lalu duduk atau berdiam diri untuk zikir atau ibadah lainnya hingga tiba waktu dhuha. Ketika tiba waktu dhuha, ia menunaikan salat dhuha. Setelah itu baru pulang ke rumah.

Waktu Terbaik Mendirikan Salat Dhuha

ilustrasi salat. /freepik
ilustrasi salat. /freepik

Salat dhuha sama seperti salat sunnah lainnya, namun yang berbeda hanya pada waktu, niat, dan bacaan salatnya. Waktu pelaksanaan salat dhuha berlangsung dari munculnya matahari hingga sebelum matahari tepat di tengah.

Adapun waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan salat dhuha terbagi menjadi dua, yaitu awal waktu dan akhir waktu. Awal waktu salat dhuha, Anda bisa melakukannya saat 20 menit setelah matahari terbit.

Waktu tersebut sesuai keterangan hadis yang diriwayatkan oleh 'Amr bin 'Abasah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Kerjakanlah salat subuh kemudian tinggalkanlah salat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari)." (HR. Muslim)

Sedangkan waktu kedua yang dianjurkan adalah akhir waktu salat dhuha yang dilakukan 15 menit sebelum masuk waktu salat zuhur. Namun, waktu terbaik atau utama mengerjakan salat dhuha adalah di akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang makin panas.

Waktu tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam. Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan salat dhuha (di awal pagi), dia berkata:

"Tidakkah mereka mengetahui bahwa salat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'salat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan'." (HR. Muslim)

Tata Cara Salat Dhuha dan Niatnya

Ilustrasi Islami. Credit: freepik.com
Ilustrasi Islami. Credit: freepik.com

Salat dhuha bisa dilakukan dengan munfarid atau sendiri juga berjamaah. Dalam tata cara salat dhuha yang benar, mengucapkan niat salat dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunnah menurut madzhab Syafi’i dan Hambali.

Fungsi dari mengucap niat salat dhuha adalah untuk mengingatkan hati sehingga lebih mantap dan khusyu' dalam menjalankan salatnya.

Sedangkan menurut Madzhab Maliki dan Hanafi, mengucap niat salat dhuha sebelum mengangkat tangan dan takbirotul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang waswas (ragu-ragu dengan niatnya).

Kedua madzhab tersebut menyebutkan niat salat dhuha cukup dilafalkan di dalam hati saja karena mengucap niat salat dhuha adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan) dan bid'ah (tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam).

Terlepas dari perbedaan tersebut, bacaan niat salat dhuha pada umumnya adalah:

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Salat Dhuha yang Benar

1. Niat salat duha

2. Takbirotul Ihram

3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)

4. Membaca surat Al-Fatihah

5. Membaca surat Ad-Dhuha

6. Rukuk dengan tuma'ninah

7. I'tidal dengan tuma'ninah

8. Sujud dengan tuma'ninah

9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

10. Sujud kedua dengan tuma'ninah

11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

12. Membaca surat Al-Fatihah

13. Membaca surat As-Syams

14. Rukuk dengan tuma'ninah

15. I'tidal dengan tuma'ninah

16. Sujud dengan tuma'ninah

17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

18. Sujud kedua dengan tuma'ninah

19. Tasyahud Akhir dengan tuma'ninah

20. Salam

21. Membaca doa salat dhuha

Sumber: Bersamadakwah, Liputan6 (Penulis: Nisa Mutia Sari. Editor: Nanag Fahrudin. Published: 22/11/2019)

Yuk, baca artikel cara lainnya dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel