Tata Cara Salat Nifsu Syaban, Niat, Doa, dan Amalan Baik di Puncak Malam Syaban

·Bacaan 9 menit

Liputan6.com, Jakarta Nisfu Syaban merupakan peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya'ban) dari kalender Islam. Untuk tata cara salat Nifsu Syaban, tak jauh berbeda dengan amalan salat wajib dan sunnah seperti biasanya. Setiap dua rakaat salam dengan jumlah enam rakaat setelah salat Maghrib serta dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun.

Malam puncak Nisfu Sya'ban diterjemahkan menjadi malam pengampunan dosa, malam berdoa, dan malam pembebasan, serta sering diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah. Di peringatan Nifsu Syaban ini, baik untuk melaksanakan amal salih seperti memperbanyak doa, zikir, istighfar, puasa, dan salat Nifsu Syaban.

Nisfu Syaban terjadi di tengah-tengah bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban. Nisfu Syaban tahun ini terjadi mulai Minggu, 28 Maret 2021 malam hingga Senin, 29 Maret 2021. Untuk cara salat Nifsu Syaban menurut Imam Ibnu Taimiyah boleh dilaksanakan sendiri-sendiri atau berjemaah. Keterangan ini dijelaskan dalam kitab Al Fatawa Al Kubra, 2/262.

“Jika manusia shalat malam nishfu seorang diri atau jamaah secara khusus sebagaimana yang dilakukan beberapa golongan salaf, maka itu lebih baik.”

Berikut Liputan6.com ulas tata cara salat Nifsu Syaban, niat, dan doanya dari berbagai sumber, Senin (29/3/2021).

Salat Nifsu Syaban

Ilustrasi salat. Sumber: freepik.com
Ilustrasi salat. Sumber: freepik.com

Bulan Syaban jatuh di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan ini menjadi kesempatan bagi semua umat muslim untuk mendapatkan ampunan seluas-luasnya dan terbukanya pintu rahmat dari Allah SWT.

Di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, banyak amal salih yang bisa umat muslim lakukan selain berpuasa dan zikir, yakni salat Nifsu Syaban di puncak bulan Syaban.

Salat Nifsu Syaban menurut Imam Ibnu Taimiyah boleh dilaksanakan dengan berjemaah dan sendiri-sendiri. Pelaksanaan salat ini baik dikerjakan setelah salat Maghrib. Ibnu Taimiyah tak menetapkan jumlah atau angka khusus rakaatnya.

Tergolong sebagai amalan sunnah, salat Nifsu Syaban dianjurkan sebanyak dua rakaat sekali dengan total enam rakaat. Itu artinya ada tiga kali salam. Dalam pelaksanaan salat, sangat dianjurkan membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.

Tata Cara Salat Nifsu Syaban

Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com
Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com

Tata Cara Salat Nifsu Syaban bagian Niat

Bacaan niat salat sunah Nisfu Syaban sebagai berikut:

"Usholli sunnatan nisfu sya'baana rak'ataini lillahi ta'ala"

Artinya: "Saya salat sunnat Nisfu Sya'ban dua rakaat karena Allah Ta'ala"

Jika mengerjakannya pada malam hari, bacaan niatnya sebagai berikut:

"Usholli sunnata lailati nisfu sya'baana rok'ataini lillahi ta'alaa"

Artinya: "Saya salat sunnat malam Nisfu Sya'ban dua rakaat karena Allah Ta'ala"

Takbiratul Ikhram, mengangkat kedua tangan ke atas sejajar telinga dengan membaca bacaan Allahu akbar."

Tata Cara Salat Nifsu Syaban bagian Inti

1. Membaca niat tata cara salat Nifsu Syaban.

2. Membaca bacaan doa Iftitah, Al Fatihah, dan surat Pendek. Diutamakan membaca surat Al Kafirun dan Al-Ikhlas.

3. Rukuk dengan membaca doa rukuk.

4. Itidal dengan membaca doa Itidal.

5. Sujud dengan membaca doa sujud.

6. Duduk di antara dua sujud dengan membaca bacaan doanya.

7. Sujud kedua.

8. Berdiri menunaikan rakaat kedua.

9. Membaca Al Fatihah, kemudian diutamakan membaca surat Al Ikhlas setelah Al Fatihah.

11. Duduk tahiyat akhir.

12. Mengucap salam.

Tata Cara Salat Nifsu Syaban bagian Doa

Bila sudah selesai menunaikan tata cara salat Nifsu Syaban, dianjurkan untuk membaca aurat Yasin sebanyak 3 kali dengan niat dari dalam hati. Pada surat Yasin pertama, niat dilakukan untuk memohon umur panjang semata-mata hanya beribadah kepada Allah SWT.

Kemudian, pada surat Yasin kedua, niat ditujukan untuk memohon rezeki yang halal untuk bekal beribadah kepada Allah SWT. Memasuki surat Yasin ketiga, niat dilakukan untuk memohon keteguhan iman dari Allah SWT.

Doa Malam Nifsu Syaban

Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com
Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com

Amalan utama di malam Nisfu Syaban, yakni berpuasa, memperbanyak doa, istigfar, dan salat sunnah. Allah akan mengampuni dosa orang yang memohon ampunan, mengasihi mereka yang memohon kasih, menjawab setiap doa, meringankan penderitaan orang susah, dan membebaskan orang dari neraka.

Berikut ini doa di malam Nifsu Syaban:

"Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu alaika ya dzal jalaali wal ikraam, Yaa dzath thauli wal in aam laa ilaaha illaa anta, dhahrul laajiin, Wa jaarul Mustajiiriin, Wa amaanul khaa ifiin.

Allahumma in kunta katabta nii indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan aw mahruuman aw mathruudan aw muqtarran alayya fir rizqi famhu.

Allaahumma bi fadllika syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii waq titaari rizqii wa ats-bitnii indaka fii ummil kitaabi sa 'iidan marzuuqan muwaf faqal lil khairaat. Fa innaka qulta wa qaulta wa qaulukal haqqu fii kitaabikal munazzali 'alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa u wa yutsbitu wa indahuu ummul kitaabi.

Ilaahii bittajallil Aadhami fii lailatin nishfi min syahri syabaanil mukarramil latii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wa yubram ishrif annii minal balaa i maa alamu wa maa laa alam wa anta allaamul ghuyuubi birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadiw wa 'alaa aalihii wa sahbihi wa sallama."

Artinya:

"Ya Allah Tuhanku, wahai Yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepada-Mu, wahai Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, wahai yang mempunyai kekuasaan dan yang memberi nikmat, tiada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Engkau, tempat bernaung bagi orang-orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisi-Mu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan.

Ya Allah Tuhanku, berkat karunia-Mu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapat rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan. karena sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitab-Mu dan firman-Mu adalah benar yang diturunkan melalui lisan Nabi yang Engkau utus, Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya ada Ummul Kitab.

Ya Tuhanku, Berkat penampilan yang maha besar (dari rahmat-Mu) pada malam pertengahan bulan sya'ban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak ku ketahui serta yang lebih Kau ketahui (dari diriku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmat-Mu wahai yang maha penyayang diantara para penyayang.

Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera (kepada mereka)."

Amalan Baik di Malam Syaban selain Salat

Ilustrasi Al-Qur’an. Credit: pexels.com/Abdulmeilk
Ilustrasi Al-Qur’an. Credit: pexels.com/Abdulmeilk

Perbanyak Doa

Amalan utama yang pertama yakni memperbanyak doa. Allah akan mengampuni dosa orang yang memohon ampunan, mengasihi mereka yang memohon kasih, menjawab setiap doa, meringankan penderitaan orang susah, dan membebaskan orang dari neraka. Dikatakan bahwa Allah SWT akan menjawab segala doa umatnya pada malam-malam Nisfu Syaban.

Zikir

Amalan kedua yang bisa kalian lakukan pada malam nisfu syaban, yaitu perbanyak berzikir dengan lafal syahadat. Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia. Dua kalimat syahadat ini sangat dianjurkan dibaca kapan pun dan di mana pun. Terutama pada malam Nisfu Syaban.

Istighfar

Amalan utama di malam Nisfu Syaban yang ketiga adalah memperbanyak istigfar. Hal ini karena tidak ada satu pun manusia yang luput dari dosa dan salah. Dan sudah menjadi kodrat manusia bisa berbuat salah dan dosa. Meski begitu, Allah SWT tetap senantiasa membuka pintu ampunan untuk hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Tidak heran, meminta ampunan dengan banyak membaca istigfar sangat dianjurkan.

Puasa

Amalan utama di bulan Nisfu Syaban yang keempat adalah berupasa. Puasa pada malam Nisfu Syaban sendiri biasanya dilaksanakan pada Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dikerjakan pada pertengahan bulan, yaitu pada hari ke 13, 14, dan 15 hijriah tiap bulannya kecuali pada Ramadan.

Keutamaan Malam Nifsu Syaban

Ilustrasi Muslimah. Credit: freepik.com
Ilustrasi Muslimah. Credit: freepik.com

Pengampunan Dosa

Malam Nisfu Syaban dianggap sebagai malam pengampunan, pembebasan, dan penuh berkah. Pada malam Nisfu Syaban, umat muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunah, untuk mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebab pada malam itu Allah turun ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa hambanya kecuali yang menyekutukannya.

“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (H.R. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Hadis lainnya diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, Nabi SAW bersabda, "Allah ‘Azza wa Jalla mendatangi makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang, yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa."

Dalam hadist riwayat lain, Aisyah r.a juga menjelaskan bahwa Allah memberi kesempatan bagi umat muslim untuk mendapatkan pengampunan seperti seperti banyaknya bulu kambing. “Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing).” (HR At-Tabarani dan Ahmad).

Dikabulkan Segala Permohonan

Tak Hanya itu, pada malam Nisfu Syaban Allah akan memudahkan semua urusan umatnya bila mereka mengadahkan tangan ke atas alias berdoa kepadanya.

“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?’ (Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378)

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan al-Dailami, Imam 'Asakir, dan al-Baihaqy, Rasulullah SAW bersabda, "Ada lima malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya'ban, malam Jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha." Namun, hadis ini termasuk dhaif.

Pahala yang Berlimpah

Keutamaan malam nisfu syaban salah satunya adalah memberikan pahala yang berlimpah. Allah SWT menjanjikan ampunan yang seluas-luasnya dan pahala yang sebanyak-banyaknya bagi umat muslim yang mengerjakan amalan baik. Hal ini juga dijelaskan dalam hadist riwayat Aisyah r.a yaitu sebagai berikut:

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak.

Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, “Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?”

Aku menjawab, “Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?”

Aku menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Ini adalah malam nisfu sya’ban (pertengahan bulan sya’ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya’ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi)