Tata Cara Salat Tahajud, Lengkap Beserta Bacaan Niat dan Doanya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Salat tahajud merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat-Nya.

Salat tahajud dianggap sebagai ibadah salat sunah yang paling istimewa. Telah disebutkan juga di dalam Al-Qur'an bahwa salat tahajud dapat membuat orang yang mengamalkannya diangkat ke tempat yang terpuji di mata Allah SWT.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Q.S Al-Isra ayat 79, yang artinya:

"Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji."

Salat sunah ini merupakan ibadah yang istimewa dan banyak mengandung keutamaan. Secara definisi dalam Islam, salat tahajud berarti ibadah sunah yang dikerjakan setelah bangun tidur.

Tata cara salat tahajud yang benar harus dilaksanakan sesuai sunah. Tata cara salat tahajud sesuai sunah sebenarnya mirip salat pada umumnya. Perbedaan mendasar terdapat pada niat, waktu dan jumlah rakaat yang dijalankan.

Berikut rangkuman mengenai salat tahajud dan tata caranya, seperti disadur dari Liputan6, Senin (31/5/2021).

Waktu Pelaksanaan, Niat, dan Jumlah Rakaat Salat Tahajud

Ilustrasi salat, tahajud. (Photo on Freepik)
Ilustrasi salat, tahajud. (Photo on Freepik)

1. Waktu Pelaksanaan Salat Tahajud

Salat tahajud merupakan salat sunah yang dikerjakan di malam hari. Salat tahajud bisa dikerjakan kapan pun dalam kurun waktu setelah salat isya sampai masuknya waktu subuh.

Meski begitu, ada waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan salat tahajud, yaitu sepertiga malam terakhir. Salat tahajud dilaksanakan setelah tidur, walau hanya sebentar.

2. Niat Salat Tahajud

Sebagaimana kita tahu, salat tahajud adalah salat sunah di malam hari. Adapun niat salat tahajud adalah seperti berikut:

"Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala."

Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunah tahajud dua rakaat karena Allah SWT."

3. Jumlah Rakaat Salat Tahajud

Salat sunah ini dikerjakan dua rakaat, dua rakaat dengan jumlah rakaat tak terbatas. Kendati begitu, menurut hadits HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan salat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat beserta witir).

Tata Cara Salat Tahajud

Ilustrasi salat, tahajud. (Photo on Freepik)
Ilustrasi salat, tahajud. (Photo on Freepik)

4. Tata Cara Salat Tahajud

Dengan berbagai keutamaannya yang sangat luar biasa, tentunya Anda akan sangat merugi jika tidak melaksanakan tata cara salat tahajud yang benar.

Berikut tata cara salat tahajud yang benar:

  • Niat salat tahajud

"Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillahi ta’aalaa."

Artinya, "Aku niat salat sunah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Ta'ala."

  • Melakukan takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah

  • Membaca surat Al-Fatihah.

  • Membaca surat dalam Al-Qur'an. Rasullullah SAW biasanya membaca surat-surat yang panjang.

  • Rukuk dengan tuma'ninah sambil membaca doa i'tidal.

  • I'tidal dengan tuma'ninah sambil membaca doa i'tidal.

  • Sujud dengan tuma'ninah sambil membaca doa sujud.

  • Mengulang gerakan seperti rakaat pertama.

  • Pada tahiyat akhir, membaca doa tahiyat akhir.

  • Melakukan gerakan salam.

  • Setelah salam, disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, kemudian membaca doa salat tahajud.

Doa Salat Tahajud

Ilustrasi salat, tahajud. (Photo by rawpixel.com on Freepik)
Ilustrasi salat, tahajud. (Photo by rawpixel.com on Freepik)

5. Doa Salat Tahajud

Dalam riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Daud, ada doa yang biasanya kerap dilantunkan di bagian akhir. Doa itu berisi permintaan mendapat keselamatan dan kepasrahan.

Berikut doanya:

"Allahuma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta qayyimussamaawaati wal ardli wa man fihinna. Walakal hamdu Anta rabbussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta mulkussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta malikussamaawaati wal ardli. Walakal hamdu, Antal haqqu wa wa'dukal haqqu, wa qaulukal haqqu, wa liqaa ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa 'atu aqqun. Allahuma laka aslamtu. Wa 'alaika tawakkaltu, wabika aamantu, wa ilaika aanabtu, wabia khaashamtu. wa ilaika haakamtu. Faghfirlii maa qaddamu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu antal muqaddimu wa antal mu akhkhiru, laa ilaa ha illaa anta ilaihi laa ilaaha illa anta."

Artinya:

"Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya, bagi-mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala punya, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-Nya, bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau."

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Husnul Abdi. Published: 31/7/2020)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel