Tata Cara Sholat Hajat Agar Keinginan Mudah Dikabulkan

·Bacaan 5 menit

VIVA – Setiap mahluk yang beragama memiliki cara menyembah dan meminta kepada Tuhannya masing-masing. Salah satunya adalah agama Islam, selain memiliki kewajiban untuk melaksanakan sholat 5 waktu dalam 1 hari dan masih banyak lagi sholat-sholat sunnah yang sudah ada di dalam agam Islam ini.

Salah satunya yang akan kami bahas adalah sholat hajat, sholat hajat adalah sholat yang di kerjakan seorang muslim yang mempunyai suatu keinginan atau hajat (keperluan) seperti, meminta agar rezekinya mudah, jodoh, dan terhindar dari mara bahaya. Seorang yang melaksanakan sholat ini memiliki harapan agar semua keinginan dan hajat (keperluan) mereka bisa dengan mudah di kabulkan oleh ALLAH SWT.

Sholat hajat ini khusus di ajarkan bagi orang yang memeluk agama Islam di dalam melaksanakan sholat hajat banyak sekali keistimewan dan manfaat di dalam melaksakan solat hajat. Para sahabat nabi pun telah mencontohkan melaksanakan sholat hajat meskipun dengan memiliki hajat yang kecil, hal ini di ajarkan oleh Rasulullah SAW melalui beberapa riwayat di bawah ini. Rasulullah SAW bersabda :

Berikut akan kami jelaskan mengenai bagaimana tata sholat hajat, keutamaan dan pahal dalam sholat hajat, serta waktu melaksanakan sholat hajat.

Tata Cara Sholat Hajat

Tata cara sholat hajat tidak memiliki perbedaan dengan sholat-sholat lainnya. Hal yang membedakan terletak pada niatnya.

Dan tentunya sebelum melaksanakan sholat, setiap muslim diharuskan suci dari hadas kecil ataupun hadas besar sebagai salah satu syarat sahnya sholat. Baik itu suci pakaian, tempat sholat, dan badan.

Pada tata cara sholat hajat yang tidak ada larangan waktu mengerjakan selain di waktu yang memang dilarang sholat, hal ini dimaksudkan kaum muslim dilarang mengerjakan setelah shalat subuh hingga matahari terbit dan juga setelah waktu asar hingga matahari terbenam.

Hanya saja, waktu terbaik yang bisa dikerjakan untuk sholat hajat adalah saat malam hari. Terutama pada pertengahan ataupun sepertiga akhir malam.

  1. Niat Sholat Hajat

Niat Sholat hajat berbeda dengan niat sholat 5 waktu di dalan Islam, namun niat ini selalu di ucapkan ketika seorang muslim akan melaksanakan sholat. Karena yang terpenting adalah niat yang semata- mata karna ALLAH dengan hati yang ikhlas dan juga mengharapkan ridha-nya. Dan berikut niat sholat hajat.

  1. Membaca Doa Iftitah dan Surat Al-Fatihah

Setelah membaca niat sholat hajat cara selanjutnya dengan membaca doa iftitah setelah takbiratul ikhram. Berikut bunyi dari do’a iftitah:

“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

  1. Membaca Suarat-surat Pendek Al-quran

Membaca suratan pendek dapat dilakukan dengan membaca surat yang biasa dibaca saat melakukan sholat. Namun pada tata cara sholat hajat ini, alangkah baiknya membaca surah Al-Ikhlas pada rakaat pertama ataupun Surat Al-Karifuun sebanyak 3 kali.. Sedangkan untuk rakaat kedua kamu bisa membaca ayat kursi.

  1. Ruku’ secara tuma’ninah

  1. I’tidal (bangun dari ruku) secara tuma’ninah

  1. Sujud secara tuma’ninah

  1. Duduk diantara dua sujud secara tuma’ninah

  1. Sujud Kedua dengan Tuma’ninah

  1. Melakukan Rakaat Kedua

  1. Duduk tasyahud akhir secara tuma’ninah

  1. Mengucapkan salam

Doa Sholat Hajat

Dalam tata cara shalat hajat dianjurkan untuk membaca doa setelah selesai sholat hajat. Seperti dikutip dari Dream.co.id berikut tata cara doa selepas sholat hajat.:

1. Bertawassul dengan membaca surat Al-Fatihah kepada Rasulullah beserta keluarganya, para shabat, ulama, guru, orang tua dan semua umat muslim.

2. Setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan membaca surat Al-Falaq, An-Naas serta Ayat Kursi di mana masing-masing sebanyak 3 kali.

3. Dilanjutkan dengan membaca doa sholat hajat.

"Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin."

4. Setelah membaca doa di atas, bisa menyampaikan segala keinginan dan hajat dengan bahasa masing-masing. Karena doa yang baik ialah doa yang dapat dimengerti maknanya.

Melakukan sholat hajat pun tidak dibatasi oleh waktu. Umat Islam bisa melaksanakan sholat hajat sesering mungkin. Hal ini lantaran selama masih hidup keinginan dan dan hajat akan terus ada, sehingga sholat dan usaha juga harus tetap dikerjakan beriringan.

Keutaman Sholat Hajat

Keutamaan sholat Hajat ini pun tersurat dalam banyak hadis, salah satunya yang diriwayakan Imam Ahmad berikut ini:

“Siapa yang berwudu dan sempurna wudunya, kemudian salat dua rakaat (Salat Hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia minta cepat atau lambat,” (HR Ahmad).

  1. Mempercepat Doa Terkabul

  1. Agar Terhindar dari Bahaya

  1. Ditinggkatkan Derajat dan Diampuni Dosa

  1. Agar Bisa Bersama Rasulullah di Surga

  1. Membuat Kita Makin Dicintai ALLAH SWT

Manfaat sholat Hajat yang terakhir yaitu agar kita menjadi hamba yang senantiasa dicintai Allah Swt.

Apabila seorang muslim taat menjalankan ibadah wajib ditambah berbagai ibadah sunnah, maka Allah Swt pun akan semakin mencintainya.

Hal ini pun tertuang dalam sebuah hadis Qudsi.

“Barang siapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan orang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunah hingga Aku mencintainya.” (HR Bukhari).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel