Tata Cara Sholat Istisqa Dilengkapi Bacaan Niat dan Doa, Meminta Hujan Saat Musim Kemarau Berkepanjangan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sholat istisqa dilaksanakan ketika terjadi musim kemarau berkepanjangan. Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan parah, akan mengancam kehidupan para petani dan masyarakat umum.

Tujuan sholat istiqa yaitu meminta hujan sebagai berkah kepada sang kuasa Allah SWT. Umat muslim dianjurkan untuk sholat istiqa dan membaca doa sebanyak mungkin saat musim kemarau berkepanjangan.

Ada baiknya jika sholat istisqa untuk meminta hujan diawali dengan doa saat menghadapi kesusahan secara umum sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini.

Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliimu, laa ilaaha illallaahu rabbul 'arsyil 'azhiimi, laa ilaaha illallaahu rabus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'arsyil kariimi.

Artinya,

"Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia."

Berikut dirangkum dari berbagai sumber mengenai hukum, tata cara dan doa sholat istisqa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hukum Sholat Istiqo

Ilustrasi Sholat, Ibadah (Photo created by rawpixel.com on freepik)
Ilustrasi Sholat, Ibadah (Photo created by rawpixel.com on freepik)

Hukum sholat istisqa adalah sunnah muakkad, yang berarti ibadah ini derajatnya sangat dianjurkan.

Terdapat firman Allah SWT mengenai hukum sholat istisqa dalam Al-Quran:

"Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun (10) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu (11) dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (12) [Q.S: Nuh 10-12].

Tata Cara Sholat Istiqo

Ilustrasi gerakan sholat (Wikipedia.org)
Ilustrasi gerakan sholat (Wikipedia.org)

Bacalah niat sebelum melakukan sholat istisqa.

Ushallii sunnatal istisqaa'i rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.

Artinya,

"Aku menyengaja sholat sunnah meminta hujan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."

Sholat istisqa serupa dengan sholat dua rakaat sholat ied. Tetapi, ada perbedaan sedikit dalam hal penempatan khutbah, pembacaan takbir dan arah khatib pada khutbah kedua.

Berikut ini tata cara sholat istisqa:

  • Membaca niat.

  • Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.

  • Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.

  • Setelah salam, khatib menyampaikan khutbah dua kali. Sebelum atau sesudah sholat. (Khutbah sesudah sholat Istisqo yang utama)

  • Lantunan takbir diganti dengan ucapan istighfar.

  • Sebelum masuk khutbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali.

Astagfirullahal'adhiimal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilahi.

Artinya,

"Saya mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya."Sebelum masuk khutbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali."

Dalam khutbah kedua banyak menganjurkan istighfar, merendahkan diri serta penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan permohonan untuk menurunkan hujan.

Ketika berdoa pada khutbah yang kedua, khatib menghadap kiblat sambil berdoa bersama-sama dengan suara yang nyaring dan mengangkat tangan yang setinggi-tingginya.

Doa Meminta Hujan Setelah Sholat Istiqo

ilustrasi hujan deras. (Pixabay)
ilustrasi hujan deras. (Pixabay)

Terdapat beberapa doa untuk minta hujan setelah mengerjakan sholat istisqa atau pada khatib berdoa bersama-sama jamaah:

Allaahummaj'al suqyaa rohmatin wa laa taj'alhaa suqyaa' adzaabin wa laa muhqin wa laa balaa'in wa laa hadamin wa laa ghoroqin.

Artinya,

"Wahai Allah, Jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat, janganlah Engkau jadikan sebagai siraman siksa, memusnahkan harta, bencana, menghancurkan dan menenggelamkan."

Allaahumma bil' ibaadi wal bilaadi minal juhdi wal juu'i wadlonki wa laa nasykuu illaa ilaika.

Artinya,

"Wahai Allah, hamba dan negeri sedang dilanda kemalaratan, kelaparan, kesempitan hidup dan kami tidak bisa mengadukan kecuali kepada-Mu."

Allahumma ' alath thiroobi wal akaami wa manaabitisy syajari wa buthuunil audiyati allahumma hawaalainaa wa laa 'alainaa. Allahumma asqinal ghoitsa wa laa taj' alnaa minal qoonithiina.

Artinya,

"Ya Allah, curahkanlah hujan di atas gundukan tanah, bukit-bukit, tempat tumbuh-tumbuhan pohon, dan pada waduk-waduk lembah. Ya Allah curahkanlah hujan di sekitar kami dan jangan di atas kami. Ya Allah, curahkanlah hujan pada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa."

Penulis:

Alicia Salsabila

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel