Tata Cara Sujud Syukur dan Hikmah Bagi yang Melakukannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sehari-hari, kerap kali beberapa individu melakukan sujud saat mendapatkan hadiah yang luar biasa. Contohnya seperti terdapat pemain sepak bola muslim yang berhasil mencetak gol, pemain tersebut pun tak jarang melakukan sujud.

Apakah Anda pernah bertanya-tanya, mengapa beberapa orang melakukan sujud tersebut? Sujud itu sebenarnya rangkaian dari kegiatan salat. Namun, jika yang dilakukan pemain sepak bola tersebut ialah sujud syukur.

Melansir dari Musliminc, Sabtu (10/4/2021), sujud syukur merupakan sujud yang dilakukan hanya untuk Allah SWT, di mana menunjukkan terima kasih dan syukur kepada-Nya atas berkah atau nikmat yang telah diberikan-Nya.

Abu Bakrah RA berkata: “Setiap kali Nabi Muhammad SAW senang dengan suatu hal atau diberi kabar gembira tentang suatu hal, dia akan bersujud sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.”

Cara Melakukannya

Sujud syukur ini dilakukan segera saat seseorang mendengar atau menerima berkah yang datang dari Allah. Sujud tersebut seperti saat melakukan sujud pada salat yang biasa dilakukan.

Ketujuh anggota tubuh pun berkata: “Dimuliakannya, Allah Yang Maha Tinggi.”

Selain itu juga sebagai ungkapan berterima kasih kepada Allah SWT atas keberkahan yang telah diberikannya. Tidak diharuskan juga untuk mengatakan takbir pada saat sujud atau salam saat setelahnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Pemain Persik Kediri melakukan sujud syukur usai mengalahkan Persita pada partai kedua babak delapan besar Grup B Liga 2 2019. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Pemain Persik Kediri melakukan sujud syukur usai mengalahkan Persita pada partai kedua babak delapan besar Grup B Liga 2 2019. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Sujud syukur ini tidak perlu melakukan wudhu atau kesucian saat ingin melakukannya. Seorang muslim dapat melaksanakan sujud syukur tanpa memandang status orang tersebut. Walaupun dalam keadaan najis, beraktivitas, atau sedang berada di alam asalkan tempat tersebut lapang atau bisa untuk melakukan sujud syukur.

Hal ini dikarenakan tujuan dari pelaksanaan sujud ini ialah karena mendapat berkah yang tiba-tiba atau terhindar dari bahaya yang akan menimpa, yang kerap kali kedatangannya tidak terduga.

Maka dari itu, sujud syukur ini dapat dilakukan dalam kondisi apa pun saat seseorang mendapat keberkahan yang luar biasa untuk dirinya.

Kesalahpahaman Tentang Sujud Syukur

Polisi anggota Satgas Karhutla sujud syukur hujan turun, Selasa (27/8/2019). (dokumentasi Polres Musi Banyuasin)
Polisi anggota Satgas Karhutla sujud syukur hujan turun, Selasa (27/8/2019). (dokumentasi Polres Musi Banyuasin)

Belum adanya yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan sebuah doa khusus yang disebut dengan salat Ash-Shukr atau Salat Syukur. Sesuai dengan disebutkan di atas bahwa Nabi Muhammad SAW hanya melakukan sujud syukur saat sedang mendapat kabar gembira atau keberkahan.

Hal tersebut tidak tercantum dalam Al-Quran dan hadist sehingga kebenarannya masih belum jelas. Seperti yang telah disebutkan dalam hadist Nabi SAW hanya akan melakukan sujud syukur saat mendapat keberkahan dan diselamatkan dari bahaya.

Perbuatan-prbuatan yang dilakukan dalam Islam itu didasarkan dari Al-Quran dan hadist. Dengan begitu, bahwa ucapan atau doa yang terdapat dalam Islam ini memang benar dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Sedangkan, untuk pernyataan tentang membaca Alhamdulillah sebanyak 3 kali dalam sujud syukur tidak dijelaskan dalam Quran dan hadits.

Dalam melakukan kehidupan sehari-hari, umat muslim memang menjalankan perbuatan-perbuatan yang dipraktikan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT. Semoga sujud syukur ini dapat diterapkan oleh para umat muslim dalam kehidupan sehari-hari saat mendapat berkah dan diselamatkan dari malapetaka.

Penulis:

Gerda Faradila

Politeknik Negeri Media Kreatif

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: