Taufik Kiemas: Berkat NU Indonesia Eksis sebagai Bangsa

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Ketua MPR RI Taufik Kiemas mengakui Nahdlatul Ulama dan organisasi sayapnya berperan menjaga eksistensi negara Indonesia yang majemuk, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini.

“Organisasi sayap NU itulah yang komitmen melakukan kaderisasi untuk mencetak pemimpin calon pemimpin. Calon pemimpin yang memiliki karakter sebagai modal ideologi nilai-nilai perjuangan bangsa,” kata Taifik Kiemas dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Ketua MPR RI Hajrijanto Y. Thohari dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Dialog Kebangsaan Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) di Jakarta, Rabu (12/9/2012).

NU dan PMII, kata Taufik, tidak bisa dipisahkan dari sejarah suksesi kepemimpinan nasional ebelum merdeka sampai saat ini. Terlebih, saat ini muncul kelompok-kelompok yang ingin meninggalkan konsensus dan cita-cita nasional bangsa ini, yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Dalam rilis yang dikirimak kepada Tribun dijelaskan, Rakernas PB IKA PMII dan dialog nasional ini dibuka oleh Ketua Umum PB IKA PMII Arif Mudatsir Mandan bersama Sekjen A. Effendy Choirie dan dihadiri oleh Wakil Ketua Laode Ida.

Kemudian, Wakabin Ma’ruf Syamsuddin, dan alumni kelompok Cipyung seperti Ahmad Basyarah, Chozin Chumaidi, Endin AJ Sofihara, A. Malik Haramain, Hermawi F taslim, Riad Chalik, M. Arfin Hakim (PBNU), dan lainnya

Laode Ida menambahkan, yang paling menonjol di kalangan NU dan sayap NU adalah mereka sudah menjadi perekat untuk menjaga harmonisasi bangsa ini dengan hidup berdampingan dan damai dengan yang lain. “Itulah nilai-nilai kebangsaan yang diterapkan NU dan PMII,” ujarnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Golkar Yakin Foke-Nara Akan Menang
  • Gerindra: Panwaslu Mengada-ada
  • Panwaslu Serahkan Iklan APPSI ke Polda Metro Jaya
  • Nachrowi Belum Terima Surat Panggilan Panwaslu
  • Foke Dinilai Lebih Berpengalaman Soal Birokrasi Jakarta
  • APPSI Tolak Meminta Maaf dan Siap Dilaporkan ke Polisi
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.