Taufiq Kiemas Dapat Doktor Kehormatan dari Trisakti

Jakarta (Antara) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas, menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Trisakti karena dinilai sangat berjasa dalam mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan.

Upacara pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada Taufiq Kiemas dilaksanakan di Gedung Nusantara IV, komplek MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta,Minggu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono serta sejumlah tokoh hadir pada acara ini. Diantaranya mantan presiden Megawati Soekarnoputri, mantan Wapres Hamzah Haz, mantan Wapres M Jusuf Kalla, Ketua MK Mahfud MD, mantan ketua MK Jimly Ashidiqie, puluhan rektor dan tokoh nasional lainnya.

Menurut Rektor Universitas Trisakti, Thoby Muthis, universitasnya memberikan gelar Doktor Kehormatan kepada Ketua MPR Taufiq Kiemas karena telah melahirkan gagasan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut dapat dipahami oleh para pejabat negara dalam berbangsa dan bernegara.

"Taufiq Kiemas juga telah berhasil dalam mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Thoby Muthis.

Menurut Thoby, fakta keanekaragaman hayati, agama, budaya, bahasa dan etnis merupakan modal kekuatan bangsa yang terancam hilang akibat keteledoran dalam merawatnya. Hal ini tambahnya akan bisa melemahkan pilar-pilar bangunan bangsa dan negara yang masih dalam proses pembentukan.

"Kami segenap civitas akademika Universitas Trisakti berkomitmen untuk terus menggelorakan Empat Pilar dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara," kata Thoby.

Universitas Trisakti, tambah Thoby, merasa terpanggil untuk turut serta bertanggung jawab sesuai visi dan misi universitas.

Acara Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan Universitas Trisakti kepada Taufiq Kiemas diawali dengan prosesi Sidang Terbuka Universitas Trisakti pada pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, Rektor Universitas Trisakti membuka Sidang Terbuka Universitas Trisakti, pembacaan riwayat hidup atau curriculum vitae Taufiq Kiemas.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.