Taufiq Kiemas: Pemerintah dan DPR Paling Bersalah

Liputan6.com, Jakarta: Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menyatakan, soal kebobrokan negara ini pada dasarnya yang paling bersalah adalah pemerintah dan DPR. "Yang paling tepat, yang salah adalah pemerintah dan DPR. Ekonomi kita ini masih seperti jaman VOC. Tidak pernah APBN dikelola dengan sebaik-baiknya. Kebanyakan untuk pemerintah daripada rakyat," ujar Taufiq dalam diskusi bertema "Mencegah Kebangkrutan Negara" di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/6).

Tak hanya itu, menurut Taufiq, kebobrokan negeri ini juga akibat adanya kondisi yang mulai melupakan ideologi bangsa. Sehingga tak heran jika kondisi bangsa kian terpuruk dari bangsa lain. "Bayangkan Indonesia tetap bersatu, dan tidak pernah ada perpecahan, bayangan kita berjalan seperti ini. Yang tidak ada hanya ideologi saat ini yang mulai ditinggalkan," ujarnya.

Menurutnya hal ini sangat aneh. Sebab ketika banyak uang, kita tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kondisi negara yang menuju kebangkrutan. Di zaman Soekarno saja, lanjut Taufik, bangsa ini bisa bertahan. "Para ekonom memikirkan ideologi Pancasila ini, termasuk ekonomi dan politik. Ideologi sangat penting untuk mengelola negara dan bangsa ini," katanya.

Sebagai bangsa yang besar, tambah Taufiq, kita tidak boleh pesimistis. Sebaliknya, kita harus tetap optimistis. Karena itu, kalau mau idealis, menurutnya, jangan sampai menunggu 2025, tapi 2015. "Kalau kita sepakat, saya yakin ideologi bisa berjalan baik. Uang banyak tapi tidak bisa berbuat apa tapi menjadi sasaran tindak korupsi itu," ujarnya mencontohkan.

"Maka kita perlu menegakan empat pilar kebangsaan dan tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal sebagai upaya menuju kebangkitan bangsa ini menuju apa yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia," tegasnya.(BJK/ULF)