Tawa Peserta Sidang saat Hakim Minta Kuasa Hukum Rinci Bentuk Tinja Irjen Napoleon

Merdeka.com - Merdeka.com - Ruang sidang Pengadilan Jakarta Selatan mendadak riuh. Hadirin yang menyaksikan jalannya persidangan kompak tertawa.

Peristiwa itu terjadi saat sidang penganiayaan dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M. Kece.

Hadirin sidang tertawa ketika Hakim Ketua Djuyamto meminta kuasa hukum Napoleon merinci pertanyaan kepada saksi ahli forensik.

Gelak tawa terjadi saat salah satu kuasa hukum Napoleon mencecar saksi terkait kesimpulan hasil visum pukulan benda tumpul. Dengan mengaitkan tindakan Napoleon saat melumuri kotoran kepada M. Kece saat itu.

"Sebagaimana kesimpulan yang ada? Tadi kan akibat benda tumpul kan tadi? Pertanyaannya saya, apakah kalau benda yang bersifat lembek, atau lebih spesifik lagi tinja itu, kalau ditorehkan ke muka, bisa menyebabkan apa yang dibuat kesimpulan tadi?" tanya kuasa hukum saat sidang, di PN Jakarta Selatan, Kamis (21/7).

Mendengar pertanyaan itu, Hakim Ketua Djuyamto lantas memotongnya untuk meminta jawaban yang lebih spesifik sambil berkelakar dengan menggambarkan kondisi kotoran tinja yang beragam jenis.

"Ini juga akan menyulitkan, kalau diilustrasikan sebagai tinja, karena tinja manusia itu kan kadang-kadang ada yang ketika dalam keadaan sakit, diare dalam bentuk cair, dan ada juga yang bentuk keras sekali pak," timpal Djuyamto yang lantas disambut gelak tawa hadirin.

"Jadi kalau diilustrasikan tinja, orang lagi diare itu bentuknya cair, baru ketika kalau dia keras itu bahkan, keluarnya saja susah. Jadi biar lebih spesifik lagi," sambung dia.

Mendengar nasihat hakim, kuasa hukum Ahmad Yani kembali memperjelas pertanyaan berkaitan dengan dampak pelumuran kotoran yang dilakukan Napoleon kepada M. Kece saat di Rutan Bareskrim.

"Tinja itu kalau sudah ditorehkan jadi lembut, apakah bisa menimbulkan bengkak-bengkak dan luka?" tanya Ahmad Yani.

"Saya tidak bisa menjawab hal tersebut. Kalau tergantung dengan besar kekuatan," jawab saksi Latifa selaku dokter forensik.

"Ditorehkan mengusap, saudara ada lotion ke muka kan saudara di make up bisa menimbulkan bengkak-bengkak lecet-lecet?" tanya kembali Ahmad Yanu.

"Itu tergantung dari besar kekuatannya," timpal Latifa.

Gelak tawa pun kembali terdengar, ketika pertanyaan yang dilayangkan Napoleon soal kondisi kesehatan kulit wajah M. Kece secara rinci usai dilumuri kotoran. Namun kembali dijawab Latifa jika kondisi muka M. Kece dalam keadaan tidak ada masalah kulit.

"Tadi kan dibilang memar-memar di pipi, itu akibat kekerasan tumpul, dalam visum ini kita tidak melihat adanya. Misalnya wajah kulitnya keluar jerawat akibat terkena misalnya, suatu zat tertentu, akibat diolesi misalnya remason atau apa gitu, kulit wajahnya enggak bentol-bentol merah-merah? tanya Napoleon.

"Pas pemeriksaan tidak ada," tambah dia.

Dakwaan Napoleon

Untuk diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan dakwaannya terhadap Napoleon, Kamis (31/4). Dimana Napoleon disebut turut menganiaya M. Kace dengan tinja manusia di Rutan Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Agustus 2021.

Tidak hanya itu, Muhammad Kace juga diduga mengalami tindakan kekerasan dari Napoleon seperti pemukulan bersama-sama dengan terdakwa lainnya yakni Harmeniko alias Choky alias Pak RT, serta Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, dan Himawan Prasetyo.

Tindakan kekerasan tersebut selain fisik, M. Kece juga menerima perlakuan ketika mulutnya dilumuri kotoran tinja oleh Napoleon yang pada saat itu masuk ke dalam sel nya.

Atas perbuatan tersebut, Napoleon pun oleh JPU turut mendakwa dengan pasal 170 ayat 2 KUHP. Ayat 2 pasal itu menyebut pelaku penganiayaan dapat dipenjara maksimal hingga 7 tahun jika mengakibatkan luka pada korban.

Napoleon juga didakwa dengan pasal 170 ayat 1. Lalu, pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan kedua Pasal 351 ayat (1) KUHP. Pasal 351 ayat 1 mengancam pelaku tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel