Tawaran Pensiun Dini Garuda Indonesia: Karyawan Legowo tapi Ingin Bertahan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Manajemen maskapai Garuda Indonesia menawarkan pensiun dini kepada karyawannya. Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) Muzaeni mengakui jika kondisi Garuda Indonesia semakin memprihatinkan.

Hal ini dikatakan menjadi penyebab adanya tawaran pensiun dini karyawan Garuda Indonesia oleh manajemen, termasuk kepada pilot.

“Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga agar Garuda Indonesia ini tetap dapat terbang di tengah terpaan badai pandemi yang belum kunjung berakhir,” kata Muzaeni dalam satu acara diskusi, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, tawaran pensiun dini Garuda Indonesia ini sesuai dengan aturan yang ada Perjanjian Kerja Bersama atau yang dikenal dengan istilah PKB.

Muzaeni berpendapat, tentunya pensiun dini adalah pilihan yang sangat sulit atau pilihan yang tidak mudah bagi karyawan, karena mereka memiliki harapan untuk bertahan.

“Kenapa mereka ingin bertahan? karena mereka bangga dan bahagia apabila bisa tetap mengabdi kepada PT Garuda Indonesia ini yang kami yakini akan semakin Insyaallah membentangkan sayapnya sebagai kebanggaan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kendati demikian, meskipun sulit, para karyawan dan pilot Garuda Indonesia tidak bisa menolak melainkan hanya mampu berserah diri menerimakan keputusan dari pihak manajemen.

“Bukan setuju atau menolak tetapi tawaran ini sesuai dengan apa yang kami perjanjian bersama di Perjanjian Kerja Bersama. Legowo meskipun pilihan yang sangat berat,” ungkapnya.

Aktif Terbang tapi Jam Dikurangi

Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia.
Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia.

Muzeni menyebut hingga kini total 1.200 pilot Garuda Indonesia tetap aktif terbang di tengah pandemi covid-19. Hanya saja jam terbangnya menjadi berkurang, sehingga pembagian jam terbangnya tidak merata.

“Total yang ada di Garuda 1.200 Pilot dan semuanya aktif, masih terbang di tengah pandemi.Tidak sama rata jam terbangnya, jam terbang pilot ini tergantung pada jumlah penerbangan. Kalau jumlah penerbangannya sedikit maka jam terbangnya juga sedikit,” ujarnya.

Tentunya di masa pandemi covid-19 ini para karyawan paham dengan kondisi perusahaan Garuda Indonesia yang semakin memprihatinkan. Disamping itu, perusahaan juga selalu aktif menginformasikan kondisi terbarunya kepada para karyawan.

“Kami tentunya sangat mengerti keadaan kondisi perusahaan ini, karena perusahaan senantiasa aktif menginformasikan kepada kami karyawan mengenai kondisi terupdate dari perusahaan,” pungkasnya.

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel