Tawarkan Obligasi dan Sukuk, PT PP Bidik Dana Segar Rp4 Triliun

·Bacaan 2 menit

VIVAPT PP Tbk menggelar investor gathering guna Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III, dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I. Total dana yang yang dihimpun dari aksi korporasi itu ditargetkan secara total senilai Rp4 triliun.

"Yang terdiri dari Obligasi Berkelanjutan III sebesar Rp3 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I sebesar Rp1 triliun," kata Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, dalam telekonferensi, Rabu 9 Juni 2021.

Novel merinci, PUB III ditargetkan sebesar Rp3 triliun ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Dalam tahap pertama ini, PT PP akan dilakukan 2021, dengan pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp1,5 triliun.

PUB tersebut terbagi dalam dua Seri, yaitu pertama Seri A untuk jangka waktu tiga tahun dengan indicative coupon 8,25-9,25 persen, dan Seri B untuk jangka waktu lima tahun dengan indicative coupon 8,75-9,75 persen.

"Obligasi Berkelanjutan ini telah mendapatkan peringkat atau rating idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)," ujarnya.

Novel menjelaskan, nantinya dana yang berhasil dihimpun akan dialokasikan sebesar 69 persen untuk refinancing dan 31 persen untuk modal kerja perusahaan.

Baca juga: Medsos Heboh Ojol Mogok Massal, Hari Ini Serbu McD Demi Orderan BTS

"Sedangkan, sisa PUB Obligasi Berkelanjutan III sebesar Rp1,5 triliun akan ditawarkan oleh PT PP dalam tahap kedua," kata Novel.

Bersamaan dengan PUB III tersebut, PTPP juga melakukan penawaran Sukuk Berkelanjutan, dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1 triliun. Dalam hal ini tahap I akan diterbitkan 2021, dengan dana Sukuk Mudharabah sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar.

Sukuk Mudharabah ini, lanjut Novel, telah mendapatkan peringkat atau rating idA(sy) (Single A syariah) dari Pefindo. Di mana, alokasi penggunaan dana tersebut akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja perusahaan.

"Sisa PUB Sukuk Berkelanjutan I sebesar Rp500 miliar akan ditawarkan oleh PT PP dalam tahap kedua," ujarnya.

PT PP juga telah menunjuk empat perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi (PPE). Yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Samuel Sekuritas.

Sedangkan untuk profesi penunjang lainnya, PT PP menunjuk menunjuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) sebagai Wali Amanat, Ir Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito SH selaku Notaris, dan Jusuf Indradewa & Partner selaku Konsultan Hukum.