TBC adalah Penyakit Paru-Paru, Ketahui Penyebab, Risiko, Gejala, dan Cara Mencegah

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta TBC adalah penyakit paru-paru yang harus diwaspadai. Kondisi ini sebagian besar menyerang orang dewasa, namun tak menutup kemungkinan diderita anak. TBC adalah masalah kesehatan di sejumlah negara.

TBC adalah penyakit yang merenggut banyak jiwa. Menurut laporan WHO, pada 2019 1,4 juta orang meninggal karena TBC. Kemenkes RI mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Diperkirakan ada 845.000 penderita TBC dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam.

Nama lain TBC adalah penyakit TB dan tuberkulosis. Meski termasuk menular, TBC adalah penyakit yang bisa dicegah. Salah satu gejala TBC adalah batuk yang tak kunjung sembuh. TBC adalah penyakit yang menyerang paru-paru, namun ia juga bisa menginfeksi bagian lain dari tubuh, termasuk ginjal, tulang belakang, atau otak.

Berikut penjelasan tentang TBC, penyebab, gejala, dan cara mencegahnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(22/09/2021).

Penyebab TBC

Ilustrasi Batuk. Foto: Pixabay (Mohamed_Hassan).
Ilustrasi Batuk. Foto: Pixabay (Mohamed_Hassan).

Penyebab TBC adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dilepaskan oleh orang yang terinfeksi TB paru ke udara melalui batuk, bersin, atau meludah. Meskipun tuberkulosis menular, penyakit ini tak lantas mudah menular begitu saja.

Bakteri penyebab TBC kadang-kadang bisa tetap hidup di udara selama beberapa jam, terutama di tempat-tempat kecil tanpa udara segar. Orang yang terinfeksi bakteri TB memiliki 5-10% risiko hidup dengan TBC seumur hidup.

Faktor risiko penyebab TBC

Ilustrasi Batuk | pexels.com
Ilustrasi Batuk | pexels.com

Menurut WHO, sekitar seperempat dari populasi dunia memiliki infeksi TB. Ini berarti ada orang yang telah terinfeksi oleh bakteri TB tetapi tidak atau belum sakit dan tidak dapat menularkannya. Tidak semua orang yang menghirup bakteri menjadi sakit. Pada banyak orang sehat sistem kekebalan mampu menghancurkan bakteri yang menyebabkan TB.

TBC adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan lemah, kurang gizi, diabetes, dan perokok lebih rentan terinfeksi TBC. Orang dengan sistem kekebalan lemah lainnya seperti orang yang sedang menjalani kemoterapi, kelompok usia yang sangat muda atau tua, pasien kanker, atau penderita penyakit ginjal berat.

Selain itu, menurut MayoClinic, risiko tertular TBC juga lebih tinggi bagi orang yang tinggal di atau bepergian ke daerah yang memiliki tingkat TBC yang tinggi dan TBC yang resistan terhadap obat. TBC mempengaruhi semua kelompok umur dan semua bagian dunia. Namun, penyakit ini kebanyakan menyerang orang dewasa muda dan orang yang tinggal di negara berkembang.

Jenis TBC

Ilustrasi Hasil Scan Penyakit Penderita Paru-Paru Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Hasil Scan Penyakit Penderita Paru-Paru Credit: pexels.com/pixabay

Ada dua jenis TBC menurut keaktifan bakterinya. Jenis TBC adalah:

TB Laten

Dalam beberapa kasus, bakteri menginfeksi tubuh orang tersebut tetapi tidak menimbulkan gejala apa pun. Ini dikenal sebagai TB laten. Bakteri tetap berada dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif. Mereka tidak menyebabkan gejala dan tidak menular, tetapi mereka dapat menjadi aktif.

TB aktif

Bakteri pada TB Laten kemudian setelah periode berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, mulai menyebabkan gejala TB. Ini dikenal sebagai TB aktif.

Sekitar sepertiga populasi dunia diyakini memiliki TB laten. Ada kemungkinan 10 persen TB laten menjadi aktif, tetapi risiko ini jauh lebih tinggi pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang terganggu, yaitu orang yang hidup dengan HIV atau kekurangan gizi, atau orang yang merokok.

Gejala TBC

Ilustrasi Sesak Napas Credit: pexels.com/Hola
Ilustrasi Sesak Napas Credit: pexels.com/Hola

Ciri-ciri penyakit TBC adalah meliputi:

- Batuk buruk yang berlangsung selama setidaknya 3 minggu.

- Sakit dada

- Batuk darah atau dahak dari paru-paru

- Sesak napas

Ciri-ciri penyakit TBC yang lebih umum dapat meliputi:

- Penurunan berat badan

- Kehilangan nafsu makan

- Mual dan muntah

- Energi rendah atau kelelahan

- Demam dan kedinginan

- Keringat malam

Cara Pencegahan TBC

Ilustrasi Kehidupan New Normal Credit: pexels.com/Gustavo
Ilustrasi Kehidupan New Normal Credit: pexels.com/Gustavo

Menurut WHO, orang dengan TB aktif dapat menginfeksi 10 hingga 15 orang melalui kontak dekat per tahun jika mereka tidak mengambil tindakan pencegahan. TBC adalah penyakit yang bisa dicegah melalui vaksin dan penerapan gaya hidup sehat.

Sebagian besar orang di daerah berisiko tinggi di seluruh dunia harus menerima vaksinasi TB saat masa anak-anak. Vaksin ini disebut Bacillus Calmette-Guerin, atau BCG. Namun, vaksin ini hanya melindungi terhadap beberapa jenis TB. Imunisasi BCG adalah salah satu alternatif pencegahan TB. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan.

Selain imunisasi pada anak, ada langkah preventif yang dapat dilakukan pada orang dewasa yang mengidap TBC agar infeksi tidak menular kepada teman dan keluarga. Berikut cara mencegah TBC, dikutip dari publikasi Kementerian Kesehatan RI:

1. Tinggal di rumah. Jangan pergi kerja atau sekolah atau tidur di kamar dengan orang lain selama beberapa minggu pertama pengobatan untuk TB aktif.

2. Ventilasi ruangan. Kuman TB menyebar lebih mudah dalam ruangan tertutup kecil di mana udara tidak bergerak. Jika ventilasi ruangan masih kurang, buka jendela dan gunakan kipas untuk meniup udara dalam ruangan ke luar.

3. Tutup mulut mengunakan masker. Gunakan masker untuk menutup mulut kapan saja ini merupakan langkah pencegahan TB secara efektif. Jangan lupa untuk membuang masker secara teratur.

4. Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberikan desinfektan.

5. Hindari udara dingin.

6. Usahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur.

7. Menjemur kasur, bantal, dan tempat tidur terutama pagi hari.

8. Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.

9. Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel