Teater Koma Sentil Nilai Kejujuran Kaum Urban Lewat Lakon J.J Sampah-Sampah Kota

Liputan6.com, Jakarta - Panggung teater kembali diramaikan dengan produksi terbaru dari Teater Koma yang berjudul J.J Sampah-Sampah Kota. Aksi teater ini akan ditampilkan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki dari mulai 8 sampai 17 November 2019.

Lakon J.J Sampah-Sampah Kota ini berkisah tentang sepasang suami istri bernama Jian dan Juhro yang hidup di gubuk kolong jembatan. Jian bekerja sebagai pengangkut sampah yang hanya digaji harian. Meski begitu, ia tidak pernah mengeluh dan selalu rajin bekerja setiap hari untuk menghidupi istrinya yang sedang hamil tua.

Setiap gerak-gerik mereka tak lepas dari pengawasan mandor kepala dan tiga mandor bawahannya. Suatu hari, mereka ingin mengetes kejujuran Jian dengan menjatuhkan tas berisi uang di tempat saat ia bekerja. Tapi, rencana itu tidak berjalan lancar dan membuat Jian difitnah hingga dipenjara.

Teater ini memberikan kisah tentang kejujuran orang, hanya saja semakin apik dibungkus dengan aksi-aski lucu dari para pementas. Semua pementas menampilkan aksi dengan sangat luwes. Terlebih aksi menyanyi dan tarian di atas panggung ditampilkan secara alami.

Menampilkan kembali aksi teater J.J Sampah-Sampah Kota ini tidaklah mudah, sutradara Rangga Riantiarno berusaha membuat modern tampilan tanpa menghilangkan suasana 40 tahun lalu. Tapi di sisi lain, ia juga ingin menyelipkan pesan bahwa waktu 40 tahun belum tentu cukup mengubah orang dalam perilaku kejujurannya.

Kisah Kejujuran

Pementasan J.J Sampah-Sampah Kota (dok Liputan6.com/Ossid Duha Jussas Salma)

Naskah dari J.J Sampah-Sampah kota ini dituliis oleh Nano Riantiarno saat berada di Lowa, Amerika Serikat. Ia sengaja mengisahkan tentang kejujuran dari orang-orang bawah dan penguasa, karena pada era apapun kejujuran menjadi masalah yang terus ditemui di sudut kota.

Kisah kejujuran dalam teater produksi ke-159 Teater Koma yang disutradarai oleh Rangga Riantiarno ini dibuat lucu, haru, dan menarik. Bukan hanya dialog lucu dari pemeran, musik dan tarian dibuat asyik sehingga penonton tidak bosan walaupun penampilan cukup lama kurang lebih 4 jam.

Bersama Bakti Budaya Djarum Foundation, Tetaer Koma kembali menghidupkan suasana lakon J.J Sampah-Sampah Kota yang pernah ditampilkan pada 1979. Detail panggung dibuat modern dengan versi 70-an untuk mempertahankan suasana penampilan pertama J.J Sampah-Sampah Kota.

"Dalam produksi teater ini, kami melibatkan banyak generasi muda. Terutama kami ingin menghidupkan J.J Sampah-Sampah Kota dengan suasana dan kesegaran baru," kata Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam wawancara di Graha Bhakti Budaya pada Kamis, 7 November 2019. Tiket pertunjukan dijual mulai Rp60 ribu--Rp500ribu. Tertarik menonton?

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: