Teddy Minahasa Berdalih Chat Ganti Sabu dengan Tawas Bercanda, AKBP Doddy Bereaksi

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara bereaksi. Tak terima pembelaan Irjen Teddy Minahasa yang berdalih pesan singkat soal ganti 5 Kg sabu dengan tawas hanya candaan belaka.

Penasihat Hukum AKBP Dody Prawiranegara, Adriel Viari Purba siap membuktikan pesan singkat Teddy Minahasa bukan candaan belaka.

Adriel mengungkapkan bukti-bukti tersimpan di WhatsApp Messenger dan telah dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

"Itu semua perintah TM. Linda kenal Pak Dody darimana? Kan dari Pak TM. Jelas kan semua di WAnya, kan saya sudah lihat tuh semua WA nya dalam BAP," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (19/11).

Adriel menyampaikan, Irjen Teddy Minahasa sempat menghapus beberapa chat yang dikirim ke AKBP Dody Prawiranegara maupun ke Linda menggunakan fitur delete message.

Untungnya, pesan yang dikirim Irjen Teddy Minahasa tertanam ke dalam kotak teks. Ketika itu, kliennya dan tersangka Linda memanfaatkan fitur reply yang ada pada aplikasi WhatsApp Messenger.

Adriel mengungkapkan isi chat 'iki ono barang 5 kg itu ada barang 5kg' wes golekno lawan.

"Itu WA-nya pak TM kepada bu Linda untuk jadi. Ketika bu Linda nanya dia WA saya butuh uang untuk ke brunei itu kan awal-awal tuh," ujar dia.

Adriel kembali menerangkan jawaban dari Irjen Teddy Minahasa via WhatsApp Messenger.

"Nah balesannya pak TM tuh begitu ini 'onok barang 5 kg wes golekno lawan'," ungkap Adriel.

Adriel mengaku telah bertanya kepada kliennya maksud dari kata cari lawan (Teddy Minahasa). Dijelaskan bahwa lawan itu untuk mengganti kata buyer atau pembeli.

Menurut Adriel konteks percakapan Irjen Teddy Minahasa ke kliennya tidak bisa diartikan candaan.

"Orang katanya bercanda tapi terus ada chat WA kalau pak Dody ini kan mengulur-ulur waktu ketika disuruh sisihkan ketika disuruh carikan buyer. Dia (Dody) kan mengulur-ulur waktu wujud dari ketidakmauan dia untuk menyetujui atau melaksanakan perintah pak TM," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [rhm]