Tegaskan Tak Pecat Mardani Maming, Ketum PBNU: Pelimpahan Tugas, Tidak Diberhentikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf akan menunjuk orang untuk menjalankan tugas harian Mardani H Maming sebagai Bendahara Umum. Penunjukan ini berkaitan dengan kasus hukum yang tengah menjerat Mardani Maming di KPK.

Namun Ketua Umum PBNU menegaskan tidak memecat Maming dari jabatannya. "Akan digelar rapat untuk menunjuk sebagai pelimpahan tugas. Tapi dia tidak diberhentikan lho ya, ndak (dipecat)," Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf di Pelantikan Pengurus Cabang NU Kota Malang, Minggu (31/7).

Mardani Maming ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu saat menjabat bupati. Mardani disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Mardani melawan atas penetapan tersangka oleh KPK lewat praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun gugatan praperadilan Mardani ditolak Majelis Hakim.
PBNU mengambil langkah pasca penolakan praperadilan oleh pengadilan, tetapi ditegaskan tetap sebagai pengurus di PBNU.

"Karena belum jelas ini. Sekarang kita lihat, sekarang saja KPK sendiri terbelah tentang bagaimana statusnya Maming ini. Kita lihat nanti, karena dia tidak bisa menjalankan pekerjaan sehari-hari, kita limpahkan tugasnya. Tapi dia tidak dipecat," ungkapnya menegaskan.

KH Yahya datang dalam pelantikan PCNU Kota Malang dengan didampingi Sekjen, Saifullah Yusuf. Pelantikan menetapkan kepengurusan KH Isroqunnajah sebagai RaisTanfidziyah dan KH Chamzawi sebagai Rais Syuriah PC NU Kota Malang periode 2022 - 2027. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel