Teh Celup Gak Boleh Terlalu Lama Diseduh, Ini Bahayanya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Untuk mendapatkan rasa teh yang pekat, kebanyakan orang akan berinisiatif untuk menyeduh teh celup lebih lama. Padahal, cara ini tidak dibenarkan dan dan dianggap berbahaya.

Spesialis Farmakologi Klinik, dr. Lonah, Sp.FK, mengatakan, kantung teh terutama yang terbuat dari kertas, dianjurkan untuk diseduh dengan suhu air 70-80 derajat Celcius. Hal itu dilakukan agar kandungan teh di dalamnya tidak rusak.

"Khususnya kandungan antioksidan yang akan memberikan manfaat untuk kesehatan. Selain itu, kalau terlalu lama diseduh, kertas dari tea bag ini akan larut. Kalau sudah larut tentunya akan berdampak tidak baik untuk kesehatan dan tidak dianjurkan untuk mengonsumsi teh seperti itu," ujarnya dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne.

Dokter Lonah menambahkan, mengonsumsi teh celup yang sudah diseduh terlalu lama salah satunya dapat menyebabkan gangguan fungsi organ.

"Kalau kita rutin mengonsumsi teh dengan cara yang salah, tentunya salah satu organ ekskresi atau membuang racun dari badan kita, yaitu ginjal bebannya akan berlebih dan mengganggu fungsi organ ginjal tersebut," kata dia.

Selain itu, menurut Lonah, mengonsumsi teh dengan cara yang salah, termasuk menyeduh teh celup terlalu lama juga dapat memicu penyakit kanker.

"Apalagi kalau kualitas tea bag-nya tidak baik," lanjut dia.

Lonah menjelaskan, menyeduh teh tidak boleh lebih dari 3-5 menit. Selain mengubah rasa, menyeduhnya terlalu lama juga menyebabkan kadar kafeinnya menjadi lebih banyak.

"Kadar kafeinnya juga akan lebih banyak, karena pada umumnya di dalam secangkir teh ini kandungan kafeinnya kisaran 20-90 miligram, tergantung dari jenis tehnya. Dan kandungan kafeinnya masih cukup aman dan masih dalam batas konsumsi harian kafein," katanya.

"Kalau terlalu lama menyeduh, udah rasanya jadi gak enak lagi, aromanya tidak sesuai harapan, kandungan kafeinnya terlalu banyak, dan kadar antioksidannya juga bisa rusak jika diseduh dengan air yang terlalu panas," sambung dia.

Jika kandungan kafeinnya terlalu banyak, orang-orang yang berisiko adalah mereka yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap kafein atau gangguan pada asam lambung.

"Apabila demikian, tidak menutup kemungkinan minum teh seperti itu malah mengganggu fungsi organ lambung. Perut akan terasa perih dan lagi-lagi organ yang dibebankan adalah organ untuk mengeluarkan hasil metabolisme, termasuk si kafein yaitu ginjal," kata dr. Lonah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel