Teh Panas atau Dingin yang Paling Sehat?

Liputan6.com, Jakarta Teh merupakan salah satu minuman tren yang dikonsumsi oleh kalangan luas. Teh bersifat menenangkan dan rasanya menyegarkan dapat mengubah hari yang buruk menjadi lebih santai.

Bagi beberapa orang, hidup tak lengkap jika sehari tanpa segelas teh hangat, atau bagi orang lain es teh untuk melawan cuaca panas. Apapun teh yang Anda sukai, panas atau dingin, hijau atau hitam, Anda tidak dapat menghentikan popularitasnya.

Belum lagi, teh dianggap sebagai kunci untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kebijaksanaan selama ribuan tahun di Timur sehingga minuman ini menarik perhatian para peneliti di Barat. Dan ternyata ada banyak manfaat kesehatan dari berbagai jenis teh.

Studi telah menemukan, beberapa teh dapat membantu menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, dan diabetes, mendorong penurunan berat badan, menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan mental. Teh juga tampaknya memiliki kualitas antimikroba.

"Tampaknya tidak ada kerugian untuk teh," kata juru bicara American Dietetic Association Katherine Tallmadge, MA, RD, LD, seperti dilansir WebMD.

"Saya pikir teh merupakan alternatif yang bagus selain kopi. Pertama, teh mengandung lebih sedikit kafein. Sudah cukup diketahui bahwa senyawa dalam teh - flavonoidnya - baik untuk jantung dan dapat mengurangi kanker," ungkapnya.

Meskipun masih banyak pertanyaan tentang berapa lama teh perlu diseduh untuk mendapatkan manfaat terbesar, dan seberapa banyak yang perlu Anda minum, ahli gizi sepakat bahwa teh adalah teh yang baik. Namun, mereka lebih suka teh diseduh daripada teh botol (kemasan) untuk menghindari kalori dan pemanis tambahan. 

Pro dan Kontra Seputar Teh

ilustrasi secangkir teh/Photo by Erfan Amiri on Unsplash

Disamping rasa dan aromanya yang menenangkan, ternyata tersimpan pro dan kontra kesehatan dari minum teh panas atau dingin setiap hari. Berikut ulasannya, seperti dikutip Times of India:

1. Antioksidan

Teh diketahui mengandung antioksidan. Namun sejumlah antioksidan dapat memberi manfaat atau malah memberi dampak buruk bagi kesehatan. Menyeduh teh baiknya diperkirakan kepekatan dan suhunya. Karena suhu panas akan membuat antioksidan yang keluar dari teh semakin sedikit.

Jadi, jika Anda ingin memaksimalkan asupan antioksidan maka ada baiknya meminumnya dari teh yang sudah dingin.

2. Teh panas meningkatkan risiko kanker?

Tahukah Anda, minum teh panas meningkatkan risiko kanker. Hal ini ditulis dalam penelitian tahun 2018. Kesempatan pengembangan penyakit ini lebih tinggi pada seorang perokok dan peminum alkohol.

Studi lain yang dirilis di International Journal of Cancer tahun 2019 menunjukkan bahwa minum teh yang baru saja mendidih menigkatkan kanker esofagus. 

 

3. Es teh baik untuk penderita obesitas

Ilustrasi teh (sumber: iStockphoto)

Es teh tawar sangat bermanfaat bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Bahkan es teh tawar baik bagi penderita obesitas karena mencegah hipertensi dan isu kardiovaskuler.

4. Manfaat lain dari es teh

Teh tidak hanya mengandung antioksidan, tapi juga mengandung banyak nutrisi. Menurut penelitian, jika Anda ingin memaksimalisasi manfaat tersebut, mulailah minum air teh tawar dingin atau es teh. Air teh yang dingin mengandung bioaktif ekstra seperti asam galat dan epigallocatechin gallat (EGCg).

Simak Video Menarik Berikut Ini: