Teh Talua Tapai, Seduhan 'Greng' Pria dan Wanita Khas Minangkabau

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Padang - Bagi orang Minangkabau, nama teh talua tak asing lagi di telinga. Minuman legendaris ini dipercaya masyarakat untuk membangkitkan tenaga setelah lelah beraktivitas seharian.

Selain sering diminum pada malam hari, tak sedikit juga yang meminum teh talua saat pagi hari, agar kuat beraktivitas yang mungkin saja melelahkan tubuh dan pikiran.

Teh talua merupakan kuliner yang terbuat dari campuran teh, gula dan telur ayam kampung serta sedikit perasan jeruk nipis. Rasa telurnya tidak begitu kentara ketika sudah diseduh.

Teh talua juga disajikan dalam beberapa varian, yakni original yakni campuran telur, gula dan teh. Kemudian ada juga teh talua tapai.

Perbedaan teh talua original dan teh talua tapai hanya terletak pada bahan tambahannya, yakni tapai singkong. Rasa teh talua tapai agak berbeda dengan yang original karena ada tambahan sensasi gurih.

Teh talua tapai juga sedikit lebih menghangatkan tubuh setelah meminumnya, karena tapai merupakan panganan hasil fermentasi dari singkong.

Pembangkis Stamina Pria dan Wanita

Penggemar teh talua memang didominasi oleh para pria. Namun tak sedikit pula wanita yang menyukai minuman lokal untuk penambah stamina.

Salah seorang penikmat teh talua tapai di Kota Padang, Ihsan Maulana mengatakan minuman ini sangat mudah dijumpai di Kota Padang.

"Minuman ini khas daerah Sumatera Barat, saya tidak terlalu sering minum teh talua, biasanya ketika aktivitas padat saja agar tubuh tetap bugar," ujarnya.

Awak Liputan6.com juga sempat mencoba teh talua tapai khas Minangkabau ini, rasanya nikmat, legit dan sama sekali tak amis.

Harga teh talua biasanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu, sementara untuk teh talua tapai Rp12 ribu hingga Rp15 ribu.

Rata-rata masyarakat Minangkabau menyukai minuman ini. Bahkan pada 2017 teh talua meraih juara tiga ‘Minuman Tradisional Terpopuler’ di ajang Anugerah Pesona Indonesia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: