Teka-teki Asal Solar Pencemar Air PDAM Kota Malang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Malang - Pelanggan air PDAM di sejumlah wilayah Kota Malang mengeluhkan kondisi air yang mengalir ke rumah berwarna keruh, dan berbau minyak tanah sejak dua hari terakhir ini. Mereka beramai-ramai mengeluhkan kondisi itu melalui media sosial.

PDAM Kota Malang pun telah menyelidiki penyebab masalah tersebut. Hasilnya, dipastikan air di Sumber Wendit III telah terkontaminasi bahan bakar minyak jenis solar. Dari total 168.791 pelanggan, yang terdampak langsung mencapai 80.926 pelanggan.

Dari mana asal solar yang mencemari air PDAM itu masih jadi teka-teki. Apakah berasal dari industri atau dari mana. Termasuk belum bisa memperkirakan berapa banyak bahan bakar yang mencemari air, menyebabkan puluhan ribu pelanggan terdampak.

“Prioritas utama sekarang ini adalah memperbaiki layanan. Soal dari mana solar itu, kami masih penyelidikan awal jadi belum bisa menyampaikan. Nanti malah jadi polemik,” kata Direktur PDAM Kota Malang, Mukhlas dikonfirmasi Kamis, 12 November 2020 malam.

Sejauh ini badan usaha penyedia air minum di Kota Malang itu sudah menangani masalah ini. Instalasi di Sumber Wendit III sudah dikuras. Termasuk pembersihan pada 42 titik reservoir atau tandon air. Serta pembilasan jaringan pipa melalui hidran di 12 titik.

Menurut Mukhlas, saat pertama kali dikeluhkan air bau minyak, sisa clor mencapai 2,3. Setelah instalasi air dibersihkan pada Kamis pukul 15.00, turun jadi 0,9. Batas layak minum mencapai 0,5. Warga turut diminta membantu dengan cara membuka kran agar air bersih.

“Selama proses itu, penyaluran air dihentikan sementara waktu. Perlahan, harus dibersihkan dulu semua jaringannya sebelum bisa kembali normal seperti semula,” ucap Mukhlas.

PDAM mengimbau warga Kota Malang yang terdampak agar sementara ini tidak menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan minum. Namun air masih boleh digunakan untuk mandi dan aktivitas sejenisnya.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak juga video pilihan berikut ini: