Teka-Teki CCTV Tak Merekam Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam, Ini Penjelasan Kapolri

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons terkait temuan dari Polres Metro Jakarta Selatan yang menyebut jika CCTV di rumah Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo mati, saat insiden baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E. Menurutnya, itu semua akan menjadi masukan tim khusus yang telah dibentuk.

"Saya kira kalau terkait hal seperti itu (CCTV rusak), tentunya nanti terkait dengan kaitannya dengan kasus. Tentunya tim gabungan yang akan memberikan masukan," kata Sigit saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Meski begitu, Sigit menilai jika fasilitas CCTV memang sudah seharusnya menjadi standar pengamanan yang berjalan lancar di setiap rumah pejabat, termasuk di rumah Kadiv Propam.

"Terkait dengan pengamanan terhadap rumah kita masing-masing tentunya kita sarankan memang terhadap pengamanan dilengkapi dengan CCTV itu kan menjadi bagian yang penting untuk pengamanan di kegiatan masing-masing," ujarnya.

Atas hal itu, Sigit mengatakan jika pihaknya akan kembali mengecek fasilitas CCTV yang ada di rumah jajaranya. Sementara berkaitan kerusakan CCTV saat insiden baku tembak akan menjadi catatan dari tim khusus.

"Itu bisa kita lengkapi, tetapi terkait dengan hal ini sendiri tim tentunya akan mempertanggungjawabkan apa yang mereka dapatkan," imbuh Jenderal Bintang Empat tersebut.

Sekadar informasi jika Kapolri telah menginstruksikan untuk membuat tim khusus guna mengusut insiden baku tembak yang melibatkan dua personel polisi. Tim khusus ini langsung dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono beserta jajaran Irwasum, Bareskrim, Provos, hingga Paminal Polri. Dengan melibatkan unsur eksternal Kompolnas maupun Komnas HAM.

CCTV Rusak

Sebelumnya, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, saat ini tengah mengumpulkan barang bukti terkait aksi saling tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Menurut dia, kebetulan CCTV yang berada di rumah singgah tersebut sedang rusak.

Budhi mengatakan, sampai hari ini belum bisa menemukan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Bharada RE. Diketahui, Bharada RE menembak mati Brigadir J di rumah tersebut.

Dalam kronologi yang diungkap polisi, Brigadir J melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Hingga akhirnya Bharada RE dan Brigadir J saling tembak.

"Sampai saat ini berdasarkan alat bukti yang kami dapatkan kami belum menemukan adanya alat bukti yang menguatkan persangkaan tadi terhadap saudara RE yang melakukan pidana," jelas Kombes Budhi saat jumpa pers di Polres Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Budhi mengatakan, polisi perlu menemukan lima alat bukti untuk menetapkan pelanggaran pidana dalam kasus ini. Pertama transaksi, kedua keterangan ahli, ketiga ada surat atau dokumen, keempat petunjuk dan kelima keterangan terdakwa.

Sementara untuk bukti CCTV, kata dia, kebetulan saat kejadian berlangsung sedang rusak. Terlebih rumah tersebut hanya untuk singgah Irjen Ferdy Sambo dan keluarga.

"Kami juga mendapatkan bahwa di rumah tersebut memang kebetulan CCTV-nya rusak sejak dua minggu lalu. Sehingga tidak dapat kami dapatkan," katanya.

Namun dia memastikan, akan tetap mencari bukti lain guna mengungkap kasus tersebut. Secara scientific crime investigation pihaknya berusaha untuk mengungkap.

"Tentunya kami mencari juga alat bukti pendukung yakni CCTV dari sekitar rumah tersebut, yang bisa membuktikan petunjuk adanya proses atau orang-orang yang mungkin berada di rumah tersebut," katanya.

Adapun sekedar informasi jika kasus baku tembak yang terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) pukul 17.00 WIB. Turut melibatkan Brigadir J yang tewas akibat tembakan dari Bharada E.

Adapun baku tembak itu ditengarai adanya dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Untuk saat ini kasus ini pun telah ditangani Polres Metro Jakarta Selatan. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel