Teka-Teki Lokasi Harun Masiku, KPK: Jangan Tiupkan Isu Kontraproduktif

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Keberadaan buronan kasus korupsi, Harun Masiku, hingga kini masih misteri. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga bekas caleg PDIP itu berada di luar negeri. Namun, beberapa pihak meyakini Harun Masiku ada di Indonesia.

Terkait hal ini, Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, meminta jangan ada upaya kontraproduktif terhadap usaha lembaganya dalam menemukan Harun Masiku.

"Kami minta kepada pihak mana pun yang betul-betul tahu keberadaannya saat ini untuk segera lapor kepada KPK. Bukan justru meniupkan isu yang berpotensi jadi polemik dan kontraproduktif," kata Ali dalam keterangan tertulis, Senin (6/9/2021).

Ali menegaskan, KPK masih terus bekerja serius dan meminta bantuan ke berbagai institusi di dalam maupun luar negeri untuk mempercepat pencariannya.

"Memint bantuan aparat penegak hukum supaya segera ditindaklanjuti dalam upaya penangkapan DPO dimaksud," jelas Ali.

KPK Gandeng Interpol Buru Harun Masiku

Banner Infografis Harun Masiku Buronan KPK. (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Infografis Harun Masiku Buronan KPK. (Liputan6.com/Triyasni)

Diketahui, upaya teranyar KPK adalah dengan turut meminta bantuan Sekretariat National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia. Kendati hingga saat ini hasilnya masih nihil. KPK beranggapan Harun Masiku mungkin saja ada di luar negeri.

Namun, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Ronald Sinyal mengatakan hal sebaliknya. Dia menyebut, Harun Masiku masih ada di Indonesia.

"Info yang saya punya Agustus kemarin masih di Indonesia," kata Ronald, Minggu, 5 September 2021.

Infografis Menanti KPK Tangkap Buron Internasional Harun Masiku

Infografis Menanti KPK Tangkap Buron Internasional Harun Masiku (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Menanti KPK Tangkap Buron Internasional Harun Masiku (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel