Tekad Ferrari Bangkit dari Keterpurukan

Filip Cleeren
·Bacaan 1 menit

Ferrari menjalani tahun paling tidak kompetitif dalam sejarah keikutsertaan skuad kuda jingkrak di balap mobil jet darat. Peringkat keenam klasemen akhir konstruktor merupakan hasil terburuk tim sejak 1980.

Duet pembalap, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel, bahkan hanya bisa meraih tiga podium gabungan lantaran SF1000 menderita di sektor aerodinamika, serta mesin yang tidak andal.

Walau berkesempatan untuk memperkenalkan power unit baru untuk musim 2021, Ferrari harus terus menggunakan sasis mereka saat ini, mengingat adanya penghematan biaya akibat pandemi Covid-19.

Pengembangan aerodinamika masih diperbolehkan, tetapi perubahan lebih lanjut pada mobil tunduk pada sistem token yang membatasi.

Selain itu, terlepas dari terbatasnya pilihan untuk merombak mobil secara dramatis, Ferrari mengakui pihaknya telah belajar banyak dari F1 2020.

“Ada banyak pencapaian kecil dan sangat signifikan di tahun ini, yang tidak diperhatikan karena kami berada di belakang,” tutur Mekies.

Charles Leclerc, Mattia Binotto dan Carlos Sainz Jr di markas Ferrari di Maranello, Italia

Charles Leclerc, Mattia Binotto dan Carlos Sainz Jr di markas Ferrari di Maranello, Italia<span class="copyright">Ferrari</span>
Charles Leclerc, Mattia Binotto dan Carlos Sainz Jr di markas Ferrari di Maranello, ItaliaFerrari

Ferrari