Tekan Angka Kematian COVID-19, Vaksinasi Lansia Harus Diprioritaskan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo mengatakan agar vaksinasi lansia (orang lanjut usia) menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan COVID-19. Bila semua lansia dan tenaga kesehatan divaksin bisa menekan angka kematian karena infeksi virus SARS-CoV-2.

"Kalau kita sudah berhasil untuk dua kelompok ini betul-betul tervaksinasi, aman kita," kata Windhu beberapa saat lalu.

Ia juga mengkritisi keputusan pemerintah pusat yang memprioritaskan petugas pelayanan publik, jurnalis dan sejumlah kelompok lain dalam vaksinasi COVID-19 tahap dua. Padahal, kelompok tersebut tidak terlalu berisiko terhadap fatalitas jika terinfeksi COVID-19.

"Petugas publik macam-macam itu nanti belakangan. Jurnalis itu belakangan, kecuali jurnalis lansia. Tapi yang didahulukan adalah nakes dan lansia karena inilah yang paling berisiko untuk meninggal," ujarnya.

Dia juga menyoroti langkah pemerintah yang di awal-awal hanya memprioritaskan vaksinasi COVID-19 terhadap lansia di ibu kota provinsi. Padahal, vaksinasi Covid-19 untuk petugas pelayanan publik dilakukan di seluruh kabupaten dan kota.

"Harusnya dibalik, oke petugas pelayanan publik tapi hanya di ibu kota provinsi. Sebaliknya lansia di semua daerah harus diprioritaskan di semua kabupaten kota," tandasnya.

Angka kematian karena COVID-19 di Indonesia per 2 April 2021 sebanyak 41.151 orang. Menurut Satgas Penanganan COVID-19, sekitar 85 persen kasus kematian COVID-19 Indonesia disumbang kelompok umur di atas 47 tahun dengan komorbid.

Vaksinasi Lansia Terkonsentrasi di Kota Besar

Antrean peserta vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia (lansia) di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021). Vaksinasi Covid-19 itu diperuntukan bagi warga lansia berusia 60 tahun ke atas dan ber-KTP DKI Jakarta. (merdeka.com/Imam Buhori)
Antrean peserta vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia (lansia) di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021). Vaksinasi Covid-19 itu diperuntukan bagi warga lansia berusia 60 tahun ke atas dan ber-KTP DKI Jakarta. (merdeka.com/Imam Buhori)

Saat ini, pemerintah terus mengupayakan vaksinasi lansia mulai digelar juga selain di ibu kota provinsi. Meski begitu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan bahwa memang vaksinasi COVID-19 lansia masih terkonsentrasi di kota besar.

"Saya melihat vaksinasi lansia masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Beberapa kota yang sudah melaksanakan vaksinasi lansia cepat, seperti Jakarta Pusat 80 persen dari sasaran," papar Maxi dalam Dialog Produktif Rabu Utama, Partisipasi Lansia, Tugas Bersama pada Rabu, 31 Maret 2021.

"Ada berapa kota lain, yakni Surakarta sudah 50 persen, Surabaya sudah mendekati 50 persen. Di salah satu kota Kepulauan Riau mendekati juga 50 persen. Sementara itu, 400-an kabupaten/kota masih di bawah 25 persen."

Melihat data vaksinasi lansia yang paling banyak di kota besar, Maxi mengakui, situasi tersebut membuat penyuntikkan terbilang lambat. Dari target 21,6 juta lansia, baru 1,5 juta lansia yang divaksin pada pekan lalu.

Penulis: Titin Supriatin/Merdeka.com