Tekan Corona, Mendagri Minta Kepala Daerah di Bekasi-Karawang Disiplinkan Warganya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah di Kabupaten/Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang mendisplinkan warganya untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikannya saat kunjungan dalam rangka diskusi terkait penanganan Covid-19 di Gedung Swantra Wibawa Mukti Kompleks Kantor Pemda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/05/2020).

"Nah ini, jadi saya tadi meminta kepada pimpinan yang ada di Bekasi dan Karawang, betul-betul dalam waktu 2 sampai 3 minggu ini bisa mendisiplinkan masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19," kata Tito.

"Pakai masker, kemudian cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak, itu hal yang sangat penting sekali, ditambah dengan (menghindari) kerumunan sosial. Tapi ini tidak hanya dengan kampanye, harus dilakukan dengan intervensi kebijakan publik oleh Pemerintah Daerah," kata Tito.

Mengutip pernyataan Presiden beberapa waktu lalu, Tito juga meminta masyarakat untuk mampu berdamai dengan kondisi pandemi virus Corona dengan tetap menjaga protokol kesehatan, menjaga sistem imunitas tubuh, melakukan pencegahan, setelah mengenali karakteristik virus tersebut.

"Ke depan kalau belum selesai Covid-19, kita memang terpaksa harus berdamai, bersahabat, artinya kita me-manage. Pabrik-pabrik yang ada ke depan boleh buka, tapi harus membuat protokol yang kuat, protokol kesehatan," kata dia.

Begitu juga dengan transportasi, restoran, hotel, harus melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Corona. "Mereka tidak mungkin akan tutup terus-menerus, PHK akan berguguran, akan makin banyak, tapi itu ke depan. Kita sekarang maksimalkan dulu melaksanakan PSBB ini," ucap dia.

 

Menjaga stabilitas ekonomi

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam jumpa pers bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung, Rabu (18/3/2020).

Sebagai salah satu pusat industri, Karawang dan Bekasi di mata Tito memiliki peran penting dalam memasok logistik nasional. Oleh karena itu, pihaknya memandang diperlukan terobosan untuk menjaga stabilitas ekonomi, disamping tetap menjaga keselamatan dan kesehatan publik.

"Kesehatan publik harus bisa kita tangani, kita manage, tapi ekonomi juga bisa survive. Nah Bekasi dan Karawang adalah salah satu daerah ekonomi yang penting dalam supply chain and production chain, rantai produksi, rantai suplai, logistik nasional. Nah, oleh karena itu bagaimana me-manage agar industri ini ke depan nanti tetap bisa berjalan meskipun vaksin belum ditemukan," ungkapnya.

Mendagri mengharapkan terobosan ada dari otoritas di Bekasi. Pihaknya membebaskan pihak di sana untuk berkreasi dan berinovasi untuk mencari jalan tengah tersebut. Hal itu guna menekan Covid-19 sehingga akhirnya melandai atau menurun drastis.

Hal itu, kata Tito tak lain demi kembali memulihkan kondisi ekonomi di Bekasi dan Karawang khususnya, dan nasional secara luas. 

Saksikan video pilihan di bawah ini: