Tekan Emisi Karbon, SKK Migas dan KLHK Tanam Pohon Mangrove di Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)-KKKS bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penanaman pohon mangrove di taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar Bali, guna melakukan upaya menekan emisi karbon atau net zero emission (NZE).

Pelaksanaan penanaman ada 11.200 batang pohon mangrove yang dilakukan secara bertahap dan diperkirakan akan selesai 100 persen pada akhir November 2022. Program tersebut merupakan program yang dilakukan bersama oleh SKK Migas dan juga bentuk komitmen bagi para industri hulu migas untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat daerah operasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dyah Murtiningsih, menyampaikan bahwa penanaman bibit mangrove ini merupakan upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove, dan tidak dapat dilaksanakan hanya oleh Pemerintah, melainkan dibutuhkan keterlibatan dan kerjasama semua pihak.

"Apa yang dilakukan oleh SKK Migas sejalan dengan program pemerintah yaitu program rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektar," ujar Dyah, Bali, ditulis Kamis (24/11)

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto berdasarkan target program penghijauan SKK Migas, tahun 2022 akan ada 2 juta pohon yang ditanam dan melampaui target 2022 yang sebanyak 1,65 juta pohon.

"Hingga Oktober 2022 sudah ditanam 1,36 juta pohon. Kegiatan penanaman pohon akan terus dilakukan oleh 5 perwakilan SKK Migas bersama-sama KKKS di seluruh Indonesia dan hingga Desember 2022 diperkirakan sebanyak 2,09 juta pohon bisa ditanam atau 126 persen diatas target," kata Dwi.

Kegiatan penghijauan ini sesuai dengan konsep Three Bottom Line dalam konsep Bisnis berkelanjutan, yang harus memperhatikan 3 hal sebagai berikut yaitu People atau memiliki dampak sosial pada masyarakat sekitar, Planet atau memperhatikan dampak terhadap lingkungan, dan terakhir Profit atau harus tetap menguntungkan badan usaha tersebut.

"Konsep ini pulalah Industri Hulu Migas mencanangkan transformasi yang tertuang dalam Rencana Strategis Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 dengan 3 target utama, yaitu mencapai produksi 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD pada 2030, mengoptimalkan peningkatan nilai tambah dari kegiatan Hulu Migas, dan memastikan keberlanjutan lingkungan Renstra IOG 4.0," tambahnya. [azz]