Tekan Impor Baja, Pabrik II HSM Krakatau Steel Beroperasi Mei 2021

Dedy Priatmojo, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 2 menit

VIVAMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau persiapan pengoperasian pabrik II PT Karakatau Steel (Persero) Tbk. Pabrik baru ini nantinya akan memproduksi Hot Strip Mill (HSM) ditargetkan mulai beroperasi awal Mei 2021 dan mampu memproduksi 1,5 juta ton baja tipe HSM per tahun.

Sementara pabrik HSM 1 yang sudah beroperasi, sudah mampu memproduksi 2,2 juta ton per tahun. Pengoperasian pabrik baru nantinya diharapkan bisa mendukung rencana pemerintah dalam substitusi impor baja di tahun 2022 mendatang.

"Perluasan KS sejalan dengan upaya pemerintah dalam mensukseskan program substitusi impor sebesar 35 persen pada akhir tahun 2022 nanti. Fasilitas ini paling lambat beroperasi pada bulan Mei. Kapasitasnya 1,5 juta ton," kata Agus Gumiwang di pabrik HMS II PT Krakatau Steel, Kota Cilegon, Banten, Kamis, 25 Maret 2021.

Agus menerangkan pabrik II HSM ini sedang dalam tahap uji coba sebelum benar-benar dioperasionalkan pada Mei mendatang.

"Disini kita kunjungan ke KS bisa menjadi bahan laporan ke Presiden untuk meresmikan perluasan HSM kedua KS ini. Kontribusi KS bukan hanya perekonomian, tapi juga sektor manufaktur yang sudah bisa dirasakan," terangnya.

Pembangunan pabrik HSM II ini menelan investasi senilai USD521 juta. Dengan pembangunan pabrik baru ini, nantinya bisa menambah pasokan baja nasional jenis HSM yang mencapai 3,7 juta ton per tahunnya atau setidaknya menguasai 65 persen pangsa pasar baja nasional.

"Artinya KS akan bisa berkontribusi terhadap market HSM sekitar 65 persen. Kemudian sisanya akan di isi oleh pabrikan lain, seperti di Surabaya dan ada di Bekasi, itu kapasitas ditotal sekitar 1 juta ton. Secara keseluruhan kita bisa memenuhi," kata Dirut PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim, ditempat yang sama.

Dari total produksi baja HSM KS yang mencapai 3,7 juta ton, 20 persennya akan diekspor ke luar negeri. Krakatau Steel telah memulai ekspor baja HSM pada awal tahun 2021 ke Eropa. "Kalau internasional kita target ekspor, khusus tahun ini target kita 20 persen ekspor. Seperti di awal bulan, kita eksport 20 ribu ton ke Eropa," ujarnya.