Tekan Impor Elpiji, Erick Thohir Dorong Penggunaan Kompor Listrik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menekan impor elpiji, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan kompor listrik.

Hal ini sejalan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dengan BUMN karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian BUMN.

"Apabila terdapat pemakaian hingga 15 juta kompor listrik, penghematan luar biasa dalam menekan impor elpiji bisa dilakukan," kata Erick, Rabu (31/3/2021).

Erick juga menegaskan keuntungan bukan hanya untuk negara, tetapi juga rakyat. Bila rata-rata biaya memasak di rumah mencapai Rp 147 ribu setiap bulannya, dengan beralihnya ke kompor listrik masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 118 ribu atau hemat 20 persen.

"Ini menjadi percepatan penekanan impor yang kita harapkan dalam lima tahun ke depan. Dengan berjalannya hal ini terjadi penghematan luar biasa yang sekarang hampir Rp 60 triliun. Ini bisa kita gunakan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Tak hanya itu, dukungan juga diberikan Kementerian PUPR dan BUMN Karya. Rencananya, seluruh pembangunan rumah dan apartemen akan dilengkapi dengan kompor listrik.

Dengan dukungan ini, konversi dari kompor elpiji ke kompor listrik dapat segera terwujud. Ini juga menjadi langkah baru setelah sebelumnya pemerintah mendorong pergantian penggunaan minyak tanah dengan gas elpiji.

"Program kompor listrik juga bagian dari transformasi BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan kesehatan. Ini juga transformasi Indonesia Battery Corporation (IBC)," tuturnya.

Tekan Impor LPG, PLN Siap Konversi 1 Juta Kompor Gas ke Listrik

Kompor Listrik dan Kompor Induksi.
Kompor Listrik dan Kompor Induksi.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mendorong upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Caranya dengan membuat program konversi 1 juta kompor gas ke kompor induksi atau kompor listrik.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini memaparkan berdasarkan data, Indonesia merupakan negara pengimpor gas LPG hingga Rp 60 triliun yang disubsidi pemerintah hingga Rp 50 triliun.

Padahal di waktu yang bersamaan, pemerintah memiliki kelebihan energi listrik nasional mencapai 50 persen dari kebutuhan masyarakat saat ini.

"Tingginya impor gas dengan nilai kurang lebih Rp 60 triliun dengan subsidi LPG Rp 50 triliun per tahun," kata Zulkifli dalam konferensi pers virtual, Jakarta , Rabu (31/3).

Melihat kondisi tersebut, PLN menilai saat ini waktu yang tepat untuk melakukan transformasi penggunaan kompor gas LPG ke kompor listrik. Sebab selain bisa mengurangi impor gas, dalam waktu yang sama memanfaatkan kelebihan produksi listrik PLN.

"Dengan begitu, hemat kami secara tidak langsung akan menghemat subsidi LPG. Gerakan ini juga sekaligus mengatasi penyaluran subsidi LPG yang sulit tepat sasaran," kata Zulkifli.

Dalam program ini PLN bekerja sama dengan 9 BUMN karya untuk mewujudkan ketahanan energi dan mewujudkan energi bersih. Selain itu juga bekerja sama dengan Bank BTN untuk membuat skema pembiayaan konversi kompor gas LPG ke kompor induksi.

Kompor Induksi

Yuk, ketahui keunggulan kompor induksi dan kompor listrik.
Yuk, ketahui keunggulan kompor induksi dan kompor listrik.

Dalam program yang sama, PLN juga bekerja sama dengan Kementerian PUPR tentang integrasi data pengguna listrik dan penerima pembiyaaan perumahan untuk menghadirkan kompor induksi dalam setiap pembangunan perumahan atau apartemen.

"Kesepakatan tersebut jadi landasan utama pada penggunaan kompor induksi pada perumahan atau apartemen yang sedang atau akan dibangun untuk menggunakan kompor induksi," kata Zulkifli.

Untuk itu, PLN berkomitmen akan menjamin ketersediaan tenaga listrik dan memberikan pelayanan yang handal dan mutu terbaik. Dia berharap program ini akan mewujudkan cita-cita Pemerintah dalam hal kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Semoga ini jadi langkah awal buat ketahanan energi nasional dan mewujudkan penggunaan energi bersih," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini