Tekan Inflasi di Jateng, Ganjar Perintahkan untuk Gencarkan Operasi Pasar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kenaikan harga cabai dan bawang merah menjadi salah satu indikasi tingginya tingkat inflasi di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyebut inflasi di Jawa Tengah mencapai 4,9 persen hari ini.

Sejumlah tindakan penanggulangan inflasi dilakukan Ganjar dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah. Antara lain dengan menggelar dan menggencarkan operasi pasar di beberapa kota besar seperti Solo dan Semarang.

"Maka kita lakukan operasi pasar sudah mulai sejak kemarin. Terus kemudian kita kerja sama, BI kita minta untuk pantau juga. Khususnya di kota besar ada Solo ada Semarang kita pantau betul," kata Ganjar di Hotel PO Semarang, Jumat (15/7).

Ganjar melanjutkan, tingkat inflasi di Jawa Tengah hari ini mencapai 4,9 persen, hampir 5 persen. Hal itu melebihi target tingkat inflasi nasional 3 persen.

Menurutnya, tingkat inflasi 4,9 persen membuat Provinsi Jawa Tengah masuk ke dalam zona merah terkait inflasi yang disebabkan tingginya harga komoditas cabai dan bawang merah.

Intervensi pemerintah juga dilakukan untuk menekan harga cabai dan bawang merah. Sebab, meskipun sudah turun dari harga Rp100 ribu per kilogram menjadi Rp65 ribu, namun harga itu dianggap masih mahal.

"Kita kan target nasional 3 plus minus 1. Kalau kita liat hari ini Jawa Tengah sudah 4,9 hampir 5 lho. Menurut saya ini sudah berbahaya. Maka segera dilakukan intervensi. Itu lah mengapa kita mesti operasi pasar," ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk menekan inflasi di Jawa Tengah. Ganjar juga terus memantau pergerakan harga di pasar terkait komoditas yang membuat tingginya inflasi yaitu cabai dan bawang merah. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel