Tekan Lonjakan Kasus, Jakarta Tambah Laboratorium COVID-19

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Data kasus penyebaran COVID-19 terus bertambah, terlebih lonjakannya kini mencapai 7.354 pada 17 Desember 2020 kemarin. Lonjakan kasus ini tentu perlu diantisipasi dengan alat tes yang bekerja secara maksimal, termasuk laboratorium biomolekuler yang khusus memeriksa sampel virus corona.

Diketahui, tes molekuler saat ini salah satu cara memeriksa secara akurat untuk mendeteksi virus corona jenis baru yang menginfeksi tubuh. Untuk itu, laboratorium biomolekuler garapan RS Royal Progress, yang baru saja dibuka, mengklaim dapat memeriksa sampel hingga puluhan ribu per harinya.

Tak hanya itu, pemeriksaan laboratorium itu mampu mempercepat diagnosis virus tersebut. Seperti apa fakta dari laboratoium biomolekuler khusus COVID-19 ini? Berikut faktanya.

1. Mempercepat diagnosis

Pemeriksaan lab yang dilakukan secara akurat dan alat canggih, penting dalam mempercepat penegakan diagnosis dan contact tracing. Dengan pemeriksaan yang maksimal ini, diharapkan lonjakan kasus bisa diminimalisir.

"Saat ini kami fokus dalam pengentasan masalah COVID-19. Masih banyak warga yang rentan terhadap infeksi COVID-19 terutama dengan penyakit penyerta yang dapat meningkatkan risiko paparan serta risiko komplikasi yang dapat memperberat kasus," ujar Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress dr. Ivan R. Setiadarma MM, dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

2. Mesin canggih asal Jerman

Gelombang pandemi COVID-19 sama sekali belum melandai bahkan diprediksi akan masuk gelombang yang kedua. Oleh karena itu, laboratorium biomolekular yang terletak di Tanjung Priok ini, menambah lagi jumlah mesin PCR dari Jerman, yang sanggup menampung kapasitas ribuan sample sehari selama 24 jam.

Dengan jumlah penduduk Kecamatan Tanjung Priok sebanyak 43 ribu jiwa (data 2020), akan dapat memenuhi 69,8 persen penduduk, untuk Jakarta Utara sebanyak 2,3 juta jiwa, setiap bulannya diperkirakan dapat melayani 1,3 persen penduduk Jakarta Utara.

3. Tenaga medis profesional

Menurut Dr. dr, Latre Buntaran, Sp.MK(K) untuk melakukan pengambilan dan pemeriksaan swab test dengan metode RT PCR secara massal didukung teknologi dari Jerman dengan mesin PCR dan reagen berlabel CE dan IVD, serta analis laboratorium yang profesional.

Seluruh analis laboratorium biomolekular sebelum ditugaskan dilakukan seleksi ketat, pelatihan dan uji kompetensi serta diberikan sertifikat untuk memastikan proses pengambilan sampel swab, penyimpanan sampel, proses sampel dengan mesin dan reagen sampai melaporkan hasil ke Dokter Spesialis Konsultan Mikrobiologi Klinik dilaksanakan sesuai dengan Good Laboratory Practice yang mengacu kepada standar internasional.

“Kami selalu memastikan seluruh alat-alat kami telah terdaftar dan diakui oleh badan resmi serta dikalibrasi, begitu pula dengan reagennya. Rantai pasokan dan penyimpanan selalu dikontrol dengan baik untuk menghindari kerusakan reagen yang dapat mempengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan” pungkasnya.