Tekan TKI Ilegal, Kantor Imigrasi Ada di Pamekasan

TEMPO.CO, Pamekasan-Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mencari cara untuk menekan jumlah TKI yang berangkat ke luar negeri secara ilegal. Satu diantaranya dengan membuka kantor imigrasi kelas III. "Sudah beroperasi sejak pekan lalu," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pamekasan, Mohamad Zakir, Rabu 21 November 2012.

Zakir berharap dengan adanya kantor imigrasi di Pamekasan, warga Madura baik dari Sampang, Pamekasan atau Sumenep yang ingin menjadi TKI tidak perlu menggunakan jasa calo atau tekong. Calon TKI bisa mengurus sendiri paspornya dan dijamin biayanya lebih murah dan cepat dibanding melalui calo. "Rugi pakai jasa calo, kalau bermasalah dan dipulangkan, tidak dapat bantuan dari pemerintah," katanya.

Keberadaan kantor imigrasi di Pamekasan belum tersosialisasi dengan baik, sejak dibuka 14 November lalu, pemohon pembuatan paspor baru mencapai 13 orang. "Belum banyak yang tahu," kata Kepala Kantor Imigrasi Pamekasan, Slamet Mujiono.

Data Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Pamekasan menyebutkan jumlah TKI ilegal asal Pamekasan sangat banyak. Tahun 2009 mencapai 1.213, Tahun 2010 sebanyak 878 orang dan 2011 sebanyak 978 orang. Angka ini didapat dari jumlah TKI pamekasan yang dideportasi setiap tahun dari Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, dan Taiwan. Mayoritas dari mereka adalah perempuan.

Sementara itu, jumlah TKI legal asal pamekasan bisa dihitung jari. Tahun 2009 hanya 125 orang, 2010 sebanyak 45 orang dan 2011 hanya 151 orang.

MUSTHOFA BISRI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.