Tekanan Berat Keluarga Kerajaan, Meghan Markle Sempat Ingin Bunuh Diri

Adinda Permatasari, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Baru-baru ini Meghan Markle mengungkapkan bagaimana kehidupannya usai menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris. Dalam wawancara yang dilakukannya bersama Oprah Winfrey, Meghan Markle mengaku sempat berpikir bunuh diri.

Diceritakan Meghan Markle, adanya pikiran ingin bunuh diri karena tekanan yang begitu besar saat dia hidup sebagai anggota keluarga kerajaan Inggris. Hal ini dipicu berbagai hal, salah satunya adalah tentang kekhawatiran keluarga kerajaan Inggris dengan warna kulit putra pertama mereka, Archie. Mengingat darah Meghan yang merupakan keturunan Afrika-Amerika.

“Saya malu harus mengakuinya kepada Harry. Saya tahu bahwa jika saya tidak mengatakannya, saya akan melakukannya. Saya hanya tidak ingin hidup lagi," kata dia seperti dikutip dari laman NyTimes.

Namun, sayangnya Meghan tidak mengatakan anggota keluarga mana yang mengajukan pertanyaan tentang warna kulit bayinya.

Selain masalah itu, Meghan juga sempat bercerita tentang sang putra, Archie yang tidak mendapat gelar kerajaan. Lagi-lagi, dia juga tidak sepenuhnya menjelaskan mengapa keluarga kerajaan tidak secara otomatis berencana untuk memberikan gelar kerajaan, yang akan memberikan perlindungan keamanan bagi anak tersebut.

Secara konvensi, Archie akan mengambil gelar kerajaan setelah kakeknya Pangeran Charles naik tahta.

Meghan mengatakan meski suaminya sangat prihatin dengan kerapuhan emosionalnya, upayanya untuk mencari bantuan medis ditolak oleh pejabat istana, yang khawatir tentang dampaknya terhadap monarki. Dia menggambarkan dirinya sebagai semacam tahanan di Istana Kensington.

Selain masalah tentang anaknya, Meghan juga mengungkap perlakuan kakak iparnya, Kate Middleton terhadapnya. Meghan mengatakan, Kate Middleton sempat membuatnya menangis terkait gaun untuk gadis pembawa bunga di pernikahannya.

Selain itu, Meghan juga menceritakan bahwa dirinya terkekang selama berada di Istana. Hal ini lantaran salah satu pegawai istana yang tidak mengizinkannya untuk pergi makan siang bersama teman-temannya. Dengan alasan sosok Meghan yang saat itu sudah menonjol sebagai anggota kerajaan Inggris.

Di sisi lain, Harry juga angkat bicara tentang alasan keduanya memilih untuk keluar sebagai anggota kerajaan Inggris. Yaitu, kurangnya dukungan atau pemahaman dari keluarganya, terutama tentang rasisme.

"Tak seorang pun dari keluargaku yang mengatakan apa pun selama tiga tahun itu," kata Harry.

Adik dari Pangeran William ini menggambarkan secara finansial terputus oleh keluarganya setelah dia dan Meghan mengumumkan rencana untuk mundur dari tugas kerajaan. Dia mengatakan hubungannya dengan ayahnya Charles sangat tegang. Charles bahkan pernah berhenti menerima teleponnya karena ada banyak luka yang telah terjadi.

Ini adalah wawancara kerajaan yang paling ditunggu-tunggu sejak ibu Harry, Putri Diana, mengatakan kepada BBC pada 1995 bahwa "ada kami bertiga dalam pernikahan ini," mengacu pada suaminya, Charles, dan hubungan di luar nikahnya dengan Camilla Parker Bowles, yang kemudian dinikahinya.

Seperti Meghan, Diana adalah orang luar yang glamor yang membawa hujan debu ke House of Windsor ketika dia menikah dengan Charles, hanya untuk menjadi sangat tidak bahagia dalam batas-batas kehidupan kerajaan. Tidak seperti Meghan, pernikahannya runtuh di tengah persaingan klaim perselingkuhan, dan pada saat dia berbicara dengan wartawan BBC, Martin Bashir, dia mengatakan istana memandangnya sebagai "semacam ancaman."