Teknologi 5G Disebut Bisa Sumbang Rp2.800 Triliun ke PDB di 2030

Merdeka.com - Merdeka.com - Teknologi 5G mulai diperkenalkan oleh sejumlah operator telekomunikasi di Indonesia. 5G atau Fifth Generation (generasi kelima) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler yang melebihi standar 4G.

Perkembangan zaman yang semakin pesat tentunya berimbas pula terhadap dunia teknologi. Dikembangkannya teknologi jaringan 5G adalah salah satu bukti dari inovasi yang terus dilakukan.

Walaupun di Indonesia 5G belum berkembang seperti negara-negara maju lainnya, pemerintah Indonesia terus mendorong penerapan layanan 5G di Indonesia.

Dilansir dari akun instagram resmi @Indonesiabai.id, sebaran lokasi 5G di Indonesia yakni terdapat di 9 wilayah, diantaranya, Jabodetabek, Medan, Solo, Bandung, Batam, Surabaya, Denpasar, Makassar, Balikpapan.

"Kalian tahu tidak, kecepatan rata-rata internet 5G sudah di Indonesia yang masih terdorong hingga kini untuk mengunduh 64,3 Mbps, dan untuk mengunggah 19,6 Mbps. Ternyata tak hanya untuk memperlancar akses internet saja loh, 5G juga dapat memberikan kontribusi lebih bagi perekonomian dan investasi," tulisnya.

Menurut riset Institut Teknologi Bandung, dampak bagi Produk Domestik Bruto sebanyak Rp 2.800 triliun atau setara 9,5 persen total PDB pada tahun 2030, dan Rp 3.500 triliun atau 9,8 persen dari total PDB pada tahun 2035.

Sementara dampak bagi investasi bisnis pada tahun 2030 sebesar Rp 591 triliun, dan pada tahun 2035 Rp 719 triliun.

"Meski belum berkembang seperti negara-negara maju lainnya, pemerintah terus mendorong penerapan layanan 5G di Indonesia," tulis @indonesiabaik.id. [azz]