Teknologi Es Krim Masa Depan: Berubah Warna dan Tidak Meleleh

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAEs krim merupakan salah satu penemuan yang terbilang fenomenal di dunia makanan. Jajanan ini banyak disukai karena rasanya yang manis dan dingin.

Saat ini es krim hadir dalam berbagai bentuk serta rasa. Bahan pembuatannya pun mulai dikombinasikan, supaya bisa memberi sensasi yang berbeda.

Tapi, belum ada terobosan baru yang bisa membuat kita bisa menikmatinya dengan cara yang tidak biasa. Untungnya, para peneliti sudah mulai berpikir ke arah situ.

Dikutip dari foodunfolded, Selasa 2 Maret 2021, ada tiga penemuan baru dalam bidang pembuatan es krim. Pertama, yakni bagaimana caranya agar tidak mudah meleleh.

Cara yang dipakai ilmuwan yakni dengan mencampurkan serat khusus dari buah-buahan, yang berfungsi sebagai isolator suhu. Jadi, susu yang beku tersebut akan diselimuti serat dan bisa bertahan 24 jam di udara terbuka tanpa khawatir mencair.

Teknik ini terinspirasi dari Perang Dunia II, di mana tentara memanfaatkan serbuk kayu dan beberapa benda lain sebagai pengganti besi.

Penemuan kedua yaitu membuat warnanya berubah ketika dimakan. Ilmuwan menciptakan zat khusus yang berasal dari tanaman dan bisa berubah warna ketika kadar keasamannya berubah, seperti saat es krim masuk ke dalam mulut.

Terakhir yakni es krim yang bisa menyala di dalam gelap. Untuk melakukan itu, dipakai zat protein yang dikandung oleh hewan ubur-ubur. Jadi, jajanan itu akan terlihat bersinar di malam hari.

Sebagai informasi, Joyday sebagai salah satu produsen es krim terbesar di Indonesia sangat peduli dengan nasib reseller mereka yang terkena dampak bencana di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Untuk itu, mereka memberikan bantuan berupa donasi ribuan boks es krim pada reseller, yang dibagikan langsung oleh Perwakilan Management Green Asia Food Indonesia, Yu Miao.

“Kami memutuskan untuk membantu meringankan beban reseller Joyday, dengan memberikan 2.000 boks bantuan es krim kepada 200-an reseller yang terdampak,” ujarnya.

Sebelumnya, mereka juga aktif memberikan bantuan untuk mengatasi dampak pandemi, seperti pemberian masker, kacamata pelindung dan alat pelindung diri.