Teknologi hidupkan optimisme masyarakat di tengah pandemi

Alviansyah Pasaribu

Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Basuki Yusuf Iskandar, mengatakan bahwa teknologi yang memberikan manfaat pada kehidupan sosial dan ekonomi akan menghidupkan optimisme di tengah masyarakat, terutama di masa pandemi COVID-19.

Ia menyebut, kerja sama antara pihaknya dan perusahaan seperti Gojek melalui program pembinaan Xcelerate mampu menghidupkan semangat dan optimisme melalui kemajuan teknologi.

"Dari segi prospek, selama kita bisa atasi hambatan-hambatan kecil ini (melalui teknologi), kita akan selamat. Saya salut melihat Gojek me-support hal itu dan menggairahkan semangat tersebut lewat Gojek Xcelerate," kata Basuki melalui siaran virtual bersama Gojek Xcelerate, Rabu.

Baca juga: Gojek Xcelerate luluskan 35 startup Indonesia dan Asia Pasifik

Baca juga: Kominfo gandeng Gojek perluas akses aplikasi PeduliLindungi

Lebih lanjut, ia mendorong para pelaku startup untuk tidak takut menghadapi perubahan, termasuk tantangan bisnis di kala pandemi COVID-19 yang tak jelas kapan berakhirnya.

"Perubahan-perubahan terjadi, dan bagi kita, perubahan ini harus lebih sering di Indonesia. Kita tidak bisa linear perkembangannya, harus ada lonjakan sehingga proses percepatan ekonomi dan sosial akan cepat beriringan dengan teknologi," kata Basuki.

"COVID-19 pun ada hikmahnya. Kita menjadi siap untuk menghadapi masa depan dan terbiasa dengan gejolak. Adanya ancaman-ancaman seperti bencana, pasti selalu ada peluang untuk mengatasinya," ujarnya melanjutkan.

Ia berharap, program kolaborasi antara pihaknya dan perusahaan teknologi di Indonesia untuk membina startup lokal dan UMKM bisa diperbesar lagi skala dan aksesnya di tahun-tahun mendatang.

"Anchor dari perubahan adalah SDM. Ketika SDM ini dibangun secara progresif, ini pasti akan pengaruhi kedua hal berikutnya, yaitu IT dan ekosistemnya, dan diharapkan mampu memberi kontribusi bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Adaptasi bisnis Gojek dinilai wajar saat pandemi COVID-19

Baca juga: GoFood catat peningkatan transaksi 20 persen pada masa pandemi

Baca juga: GoFood manfaatkan "Dapur Bersama" untuk bantu lebih banyak UMKM